Pramono Tinjau Longsor TPST Bantargebang, Prioritaskan Normalisasi Sungai dan Keselamatan Korban
BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bergerak cepat meninjau lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Senin (9/3/2026) pagi.
Kehadiran orang nomor satu di Jakarta ini bertujuan memastikan penanganan pascalongsor berjalan efektif, terutama terkait keselamatan warga dan normalisasi lingkungan.
Bencana longsor yang terjadi di Zona 4A ini diduga kuat dipicu oleh hujan ekstrem pada Minggu (8/3/2026) dengan curah hujan mencapai 264 mm per hari. Akibatnya, tumpukan sampah menutup jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing sepanjang 40 meter.
Dalam tinjauan tersebut, Pramono menekankan pemulihan aliran sungai adalah langkah mendesak yang harus segera diselesaikan agar aktivitas warga tidak lumpuh total.
“Di lapangan tadi saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi. Manfaatnya sangat besar bagi warga, karena jika aliran sungai tertutup, akses jalan di sekitarnya juga ikut terhambat,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta usai peninjauan.
Gubernur mengungkapkan fakta bahwa setiap harinya TPST Bantargebang menampung beban sampah yang luar biasa dari Jakarta, yakni berkisar antara 7.400 hingga 8.000 ton. Dengan kondisi zona 4A yang terdampak longsor, pemerintah kini harus memutar otak untuk mengalihkan pembuangan.
“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Sambil menunggu zona 4A dipulihkan, sementara ini pengiriman sampah akan dialihkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka menengah, Pemprov DKI tengah memacu kesiapan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara. Fasilitas ini diharapkan mampu menjadi "napas baru" dalam pengelolaan sampah ibu kota.
“Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal,” tambah Pramono.
Peristiwa tragis ini memakan korban jiwa. Tercatat empat orang meninggal dunia dan lima orang lainnya luka-luka.
Pemprov DKI menyatakan duka cita mendalam dan berjanji akan memberikan santunan serta bantuan penuh, terutama bagi korban yang merupakan petugas PJLP Dinas Lingkungan Hidup melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, hingga BPBD masih terus bekerja di lokasi.
Sebanyak 19 unit alat berat ekskavator dan tujuh ambulans dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan menstabilkan area longsor agar layanan pengelolaan sampah di Jakarta tidak terganggu secara permanen.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






