Pemerintah Akan Beri Insentif dalam Konversi Motor Bensin ke Listrik

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 09 Maret 2026 | 21:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta usai Ratas, Kamis (5/3/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta usai Ratas, Kamis (5/3/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Pemerintah akan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberikan insentif untuk program konversi motor bensin menjadi motor listrik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kementerian ESDM.

“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3/2026).

Namun, ia belum menentukan berapa jumlah target motor yang akan dikonversi, maupun nilai subsidi yang akan digelontorkan untuk program konversi motor listrik. Target maupun jumlah insentif akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.

“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” terangnya.

Dia menjelaskan, konversi motor bensin menjadi motor listrik ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi dan melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Sebelumnya, Bahlil mengumumkan pemerintah membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi program, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik. Soal skema dukungan masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk untuk mempercepat implementasi energi bersih.

Satgas ini dibentuk untuk percepatan konversi dari kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta motor menjadi motor listrik.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: