Tekankan Reformasi Pertanian di Forum WTO, Mendag Budi: Tetap Berorientasi pada Pembangunan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:00 WIB
Mendag Budin Santoso (BeritaNasional/SinPo)
Mendag Budin Santoso (BeritaNasional/SinPo)

BeritaNasional.com -  Indonesia akan membahas penguatan konsolidasi reformasi pertanian yang akan diangkat dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Maret 2026 di Kamerun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan KTM ke-14 perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghidupkan kembali perundingan pertanian WTO yang beberapa tahun
terakhir stagnan.

"Indonesia menekankan, KTM ke-14 WTO harus dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali perundingan pertanian WTO yang dalam beberapa tahun terakhir stagnan. Indonesia selaku koordinator G-33 mengimbau agar reformasi pertanian WTO tetap berorientasi pada pembangunan," ujarnya. 

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3/2026) ia menyampaikan beberapa aspek seperti ketahanan pangan, kesejahteraan petani kecil, dan agenda pembangunan nasional harus menjadi bagian utama dari arah reformasi tersebut, katanya menambahkan.

Pertemuan Menteri G-33 kali ini mengusung tema G-33 Priorities and Collective Action toward MC- 14 for Advancing Inclusive WTO Agricultural Negotiation. Salah satu agenda utama pertemuan tersebut yakni penyelarasan Pernyataan Bersama (Joint Ministerial Statement) G-33 yang akan disampaikan pada KTM ke-14 WTO, lanjutnya.

Dalam pernyataan bersama itu nantinya para Menteri G-33 menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan, adil, inklusif, dan transparan dengan WTO sebagai fondasinya.

Indonesia akan terus mendorong pendekatan yang tegas namun konstruktif agar kepentingan negara berkembang, termasuk isu Public Stockholding for Food Security Purposes (PSH) untuk menjamin ketahanan pangan, Special Safeguard Mechanism (SSM) sebagai instrumen untuk mengatasi lonjakan impor, serta Special and Differential Treatment (S&DT) tetap menjadi bagian dari agenda reformasi pertanian WTO.

Indonesia bersama negara-negara anggota G-33 akan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan isu-isu prioritas negara berkembang tetap mendapat perhatian dalam agenda reformasi pertanian WTO menjelang KTM ke-14.

"Kepemimpinan aktif Indonesia dalam forum ini menegaskan komitmen nasional untuk memperjuangkan sistem perdagangan multilateral yang lebih inklusif, responsif, dan berpihak pada kepentingan pembangunan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani kecil," tukasnya. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: