Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Polri dan Bulog Gelar Pangan Murah

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 13 Maret 2026 | 13:21 WIB
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) (Beritanasional/Bachtiar)
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Polri bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah serentak di seluruh Indonesia guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional berada di wilayah Polda Metro Jaya dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.

“Pada pagi hari ini, Polri bersama Direktur Utama Bulog dan kementerian terkait melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres,” ujar Dedi kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

Khusus Polri akan menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai daerah. Selain beras, ada juga bahan pokok seperti gula, minyak goreng, tepung, serta kebutuhan pokok penting lainnya yang disalurkan.

“Perlu kami informasikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Artinya masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan stok pangan nasional masih sangat mencukupi,” jelasnya.

“Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat. Kami menjamin bahwa ketersediaan pangan cukup dan stabilitas harga tetap terjaga sehingga semuanya dapat terjangkau oleh masyarakat,” tambah dia.

Khusus wilayah Polda Metro Jaya, kegiatan ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur keamanan lingkungan seperti Linmas dan Pokdar Kamtibmas.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tetapi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga Desember 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Bulog dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran Polri yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” kata Ahmad.

Bahkan, Ahmad juga memastikan kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman. Dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ungkapnya.

Selain itu, Ahmad menjelaskan tujuan dari kegiatan ini digelar secara serentak dan masif bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan kementerian terkait, guna mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.

“Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat,” ujarnya.

Karena diperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun ini, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun 2026 serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: