Stok BBM dan LPG Cukup, Kapolri Minta Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Lebaran
BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG selama periode mudik Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Sebab, pemerintah telah memastikan ketersediaan BBM dan LPG tidak mengalami kekurangan. Sehingga masyarakat diharapkan tidak panic buying atau pembelian secara berlebihan.
"Pemerintah memastikan bahwa untuk posisi minyak BBM, LPG saat ini cukup. Jadi, tidak usah ada panic buying,” kata Sigit kepada wartawan dikutip Jumat (13/3/2026).
Oleh sebab itu, Sigit memastikan seluruh penyaluran BBM dan LPG akan dilayani seperti biasa. Meskipun sedang terjadi konflik global di timur tengah antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
“Semuanya akan dilayani karena stok kita cukup. Jadi itu hal-hal yang tentunya menjadi perhatian. dan pemerintah akan terus memberikan perhatian khusus masalah itu sehingga masyarakat tidak usah terlalu panik," imbuhnya.
Imbauan itu juga senada dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah menjamin harga BBM bersubsidi tidak naik dan stok masih aman di tengah dinamika konflik Timur Tengah, yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia.
Anggia mengatakan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menyampaikan pesan serupa, bahwasanya harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini.
Harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” kata Anggia.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







