KPK Akui Kesulitan Cari Sampel Kasus Dugaan Korupsi Makanan Tambahan Ibu Hamil dan Bayi
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui tengah kesulitan dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkap penyidik mengalami kendala utama, yakni kesulitan memperoleh sampel produk yang diduga bermasalah.
Asep menjelaskan pencarian sampel menjadi krusial karena penyidikan menggunakan pendekatan scientific investigation yang memerlukan pembuktian berbasis hasil uji kandungan gizi.
“Sekarang yang sedang kami cari itu adalah sampling. Karena itu akan dilakukan uji sampel dari makanan tambahannya itu,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK dikutip Minggu (15/3/2026).
Menurut Asep, inti persoalan terletak pada dugaan pengurangan kandungan nutrisi dalam produk biskuit tambahan tersebut.
“Yang di kita kan yang dipermasalahkan adalah kandungan dari nutrisi dikurangi,” katanya.
Untuk memastikan temuan tersebut, penyidik harus membandingkan sampel dari berbagai sumber. Ia juga mengungkap kebutuhan uji laboratorium dalam mengungkap kasus ini.
“Nah itu, itu sampling untuk membandingkan itu. Kita sedang cari di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.
Namun, kata Asep, proses pencarian sampel tidak berjalan mudah karena pihaknya melakukan penyidikan dengan pendekatan scientific investigation.
“Jadi, investigasi yang menggunakan keilmuan, harus ada hasil nanti lab itu benar nggak, benar nggak di barangnya itu seperti itu. Itu yang kami agak kesulitan,” ungkap Asep.
Ia kemudian mengimbau masyarakat, khususnya para pengelola posyandu, untuk membantu penyidik jika masih menyimpan produk makanan tambahan tersebut.
“Kami juga mengimbau kepada posyandu, karena kalau tidak salah distribusikannya ke posyandu. Kalau yang masih ada sampel silakan disampaikan kepada kami,” katanya.
Sebelumnya, KPK mendalami perkara dugaan korupsi dalam pengadaan makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil di Kementerian Sosial.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya menemukan adanya penurunan kualitas pada produk biskuit yang dipasok bagi balita.
Budi mengatakan temuan awal itu mengungkap indikasi pengurangan kandungan gizi dalam biskuit yang semestinya memenuhi standar kebutuhan balita.
“Temuan awal dari KPK melihat adanya dugaan penurunan kualitas dari produksi biskuit untuk balita,” ujar Budi di Gedung Merah Putih dikutip Rabu (20/8/2025).
“Di mana kadar gizinya berkurang dari yang seharusnya,” imbuhnya.
Menurut Budi, temuan tersebut memperlihatkan adanya praktik pengkondisian sejak proses pengadaan berlangsung.
Dengan demikian, kualitas produk yang disalurkan tidak sesuai dengan spesifikasi awal yang ditetapkan.
“Artinya, ini ada pengkondisian dalam proses pengadaannya yang kemudian bisa jadi mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tuturnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







