Skandal Pemain Naturalisasi, AFC Hukum Timnas Malaysia Kalah 0-3 dari Nepal dan Vietnam

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 17 Maret 2026 | 15:17 WIB
Logo FAM Malaysia. (Foto/FAM Malaysia)
Logo FAM Malaysia. (Foto/FAM Malaysia)

BeritaNasional.com - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menerima sanksi dari Komite Disiplin dan Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kepada Timnas Malaysia terkait kasus pemain yang tidak memenuhi syarat dalam Kualifikasi Piala Asia 2027. Keputusan tersebut diambil dalam sidang yang digelar pada Selasa (17/3/2026).

Kasus ini bermula pada 2025 ketika FAM mengajukan tujuh pemain, yakni Facundo Tomás Garcés Rattaro, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, untuk mengajukan kewarganegaraan Malaysia agar dapat memperkuat tim nasional.

Para pemain kemudian menjalani proses naturalisasi dan memperoleh paspor Malaysia. Namun, pada 25 September 2025, Komite Disiplin FIFA menyatakan bahwa FAM dan para pemain melanggar Kode Disiplin FIFA karena menggunakan dokumen yang dipalsukan dalam proses naturalisasi dan penentuan kelayakan bermain, meskipun para pemain tersebut tidak memiliki hubungan dengan Malaysia.

Dalam putusan yang dipimpin Ketua Komite Disiplin dan Etika AFC, Jahangir Baglari, FAM dinyatakan melanggar Pasal 56 Kode Disiplin dan Etika AFC karena menurunkan pemain yang tidak layak dalam dua pertandingan. Kedua laga tersebut adalah saat Malaysia menang 2-0 atas Nepal pada 25 Maret 2025 di Stadion Sultan Ibrahim, Johor, serta kemenangan 4-0 atas Vietnam pada 10 Juni 2025 di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Akibat pelanggaran tersebut, AFC memutuskan Malaysia dinyatakan kalah 0-3 dalam kedua pertandingan tersebut sesuai Pasal 25.1 Kode Disiplin dan Etika AFC. Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi Harimau Malaya karena dua kemenangan penting di fase kualifikasi resmi dianulir.

Tak hanya itu, FAM juga dijatuhi denda sebesar 50.000 dolar AS atau sekitar RM196.119 (Rp 790 juta). Sanksi finansial ini menambah berat konsekuensi yang harus ditanggung federasi akibat kesalahan administratif dalam proses pendaftaran pemain.

FAM menyatakan akan mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan lengkap atas keputusan tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan. Federasi juga akan mempertimbangkan opsi berikutnya terkait dampak sanksi AFC terhadap posisi Malaysia di persaingan Kualifikasi Piala Asia 2027.

Sanksi FIFA

Sebelumnya, pada September lalu, Komite Disiplin FIFA telah menjatuhkan hukuman larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya, yakni Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, atas dugaan pemalsuan dokumen.

Selain sanksi larangan bermain, para pemain tersebut juga didenda masing-masing sebesar CHF 2.000 atau sekitar Rp10 juta. Sementara itu, FAM turut dikenai denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp1,8 miliar.

Banding CAS

Namun, Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) sebagian mengabulkan banding tujuh pemain yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA terkait kasus pemalsuan dokumen naturalisasi untuk memperkuat tim nasional Malaysia.

Dalam keputusan yang diumumkan di Lausanne, Swiss, pada Kamis (5/3/2026), panel arbitrase CAS memutuskan bahwa ketujuh pemain tetap dijatuhi larangan selama 12 bulan. Namun, hukuman tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi dan tidak mencakup seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola.

Dengan keputusan tersebut, para pemain masih diperbolehkan berlatih bersama klub masing-masing selama masa hukuman berlangsung.

Sementara itu, banding yang diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM) ditolak. CAS menegaskan bahwa denda sebesar 350 ribu franc Swiss yang sebelumnya dijatuhkan FIFA terhadap FAM tetap berlaku.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: