Kutuk Serangan Darat Israel ke Lebanon, Mesir Desak Gencatan Senjata

Oleh: Tarmizi Hamdi
Rabu, 18 Maret 2026 | 03:00 WIB
Israel terus membombardir Lebanon (Foto/Kurdistan 24)
Israel terus membombardir Lebanon (Foto/Kurdistan 24)

BeritaNasional.com - Pemerintah Mesir menyerukan penghentian total seluruh operasi militer Israel di wilayah Lebanon, baik serangan udara maupun invasi darat. 

Seruan ini muncul menyusul eskalasi konflik yang kian memanas di perbatasan Lebanon selatan sejak awal Maret 2026.

Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan resminya pada Selasa (17/3/2026), mengutuk keras langkah Israel yang mulai meluncurkan operasi darat. 

Mesir menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Lebanon serta mengangkangi hukum internasional dan Piagam PBB.

"Peningkatan pelanggaran oleh Israel ini memperparah krisis kemanusiaan, menambah penderitaan warga sipil, dan memaksa ratusan ribu orang mengungsi," tulis pernyataan resmi Kemenlu Mesir.

Kairo mendesak agar pasukan Israel segera ditarik mundur dari seluruh wilayah kedaulatan Lebanon. 

Selain itu, Mesir meminta komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk segera mengambil tindakan konkret guna menekan Israel agar menghentikan eskalasi militer sebelum situasi semakin tak terkendali.

Sebelumnya, pihak militer Israel mengklaim bahwa operasi darat yang mereka lakukan bersifat "terbatas dan terarah" dengan target utama basis kekuatan Hizbullah di wilayah selatan.

Eskalasi ini bermula dari kampanye serangan udara besar-besaran Israel yang menyasar Beirut serta wilayah timur dan selatan Lebanon. 

Serangan tersebut merupakan balasan atas peluncuran roket Hizbullah ke wilayah Israel di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.

Dampak dari konflik ini sangat mematikan bagi warga sipil. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, rangkaian serangan militer Israel sejak awal Maret telah merenggut sedikitnya 886 nyawa.

Situasi di lapangan kini dilaporkan sangat kritis, dengan gelombang pengungsian besar-besaran yang terus bergerak menjauhi zona konflik di perbatasan selatan menuju wilayah yang dianggap lebih aman.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: