Iran-Hizbullah Diminta Satu Barisan dalam Negosiasi Gencatan Senjata

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 24 Maret 2026 | 23:01 WIB
Perang Iran vs Israel-AS  (Foto/Pixabay)
Perang Iran vs Israel-AS (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Seorang analis menilai Iran dan kelompok Hizbullah perlu tetap berada dalam satu garis strategi jika gencatan senjata kembali dibahas di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kedua pihak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri di tengah dinamika konflik yang terus berubah.

Pandangan ini muncul setelah serangan bersama Amerika Serikat dan Israel ke Iran beberapa pekan lalu. Namun, situa si terbaru menunjukkan Teheran mulai melihat perbedaan arah antara Washington dan Tel Aviv dalam menyikapi konflik tersebut.

"Israel kini bergerak dengan agenda dan kepentingan yang tidak sepenuhnya sejalan dengan Amerika Serikat. Karena itu, Iran dinilai bisa saja membuka jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan Israel," kata Akademisi dari Universitas Teheran, Hassan Ahmadian, dikutip dari aljazeera, Selasa (24/3/2026).

Meski begitu, Ahmadian menegaskan Iran tidak bisa sepenuhnya mempercayai komitmen AS, terutama jika berkaitan dengan langkah militer Israel di lapangan.

Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya pendekatan regional dalam setiap pembahasan gencatan senjata. Iran dan Lebanon, khususnya melalui Hizbullah, dinilai harus tetap solid dan tidak terpisah dalam pengambilan keputusan.

"Teheran tidak bisa membiarkan Lebanon menghadapi tekanan militer Israel sendirian hanya demi mencapai kesepakatan damai secara terpisah," terangnya lebih lanjut.

Ia juga menyoroti pengalaman sebelumnya, di mana kesepakatan gencatan senjata kerap tidak bertahan lama. Karena itu, Iran didorong untuk mendorong model gencatan senjata yang saling terhubung di kawasan.

Dengan pendekatan tersebut, setiap pelanggaran terhadap satu kesepakatan akan berdampak pada keseluruhan situasi, sehingga semua pihak akan berpikir ulang sebelum melanggar. Dalam skenario ini, Iran dan Hizbullah diharapkan bisa saling mendukung jika kesepakatan kembali dilanggar.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: