Donald Trump Klaim Iran Sepakat Tak Kembangkan Senjata Nuklir
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran saat ini tengah berlangsung, melibatkan sejumlah pejabat tinggi pemerintahannya.
Trump menyebut Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio turut ambil bagian dalam pembicaraan tersebut, bersama penasihat senior seperti Jared Kushner dan Steve Witkoff.
“JD terlibat, Marco terlibat, dan saya terlibat,” kata Trump saat upacara pengambilan sumpah di Ruang Oval dikutip dari NBC News, Rabu (25/3/2026).
Dalam pernyataannya, Trump juga menilai Iran menunjukkan sikap yang lebih terbuka dalam negosiasi dan bahkan telah memberikan sejumlah konsesi penting.
“Saya tidak ingin mengatakannya terlebih dahulu, tetapi mereka telah setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka menyetujui hal itu,” ujarnya.
Meski demikian, Trump tidak mengungkap secara rinci pihak yang menjadi lawan bicaranya dalam negosiasi tersebut. Ia hanya menyebut bahwa pihaknya berkomunikasi dengan pihak yang tepat, ditandai dengan adanya “hadiah” bernilai besar yang diberikan Iran.
“Mereka memberi kami hadiah, dan hadiah itu tiba hari ini. Itu adalah hadiah yang sangat besar dan bernilai sangat mahal. Saya tidak akan memberi tahu Anda apa hadiahnya, tetapi itu sangat penting,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa “hadiah” tersebut berkaitan dengan sektor minyak dan gas, serta menyebut keterkaitannya dengan Selat Hormuz.
“Mereka bilang akan melakukannya, dan itu terjadi, dan merekalah satu-satunya yang mampu melakukannya. Hal ini menunjukkan kepada saya bahwa kita berurusan dengan orang yang tepat,” lanjutnya.
Trump juga mengklaim telah terjadi perubahan besar dalam pemerintahan Iran, yang ia sebut sebagai perubahan rezim.
“Kita benar-benar mengalami perubahan rezim, Anda tahu. Ini adalah perubahan dalam rezim,” kata Trump.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







