CENTCOM dan IRGC Saling Serang, Hubungan AS-Iran Memburuk di Tengah Upaya Damai

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:01 WIB
Ilustrasi serangan rudal. (Foto/Pixabay)
Ilustrasi serangan rudal. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Di tengah upaya perundingan damai, Komando Pusat Amerika Serikat (AS) yang disebut CENTCOM melancarkan serangan pada situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm pada Sabtu (6/62026), usai berhasil mencegah beberapa rudal balistik dan drone Iran yang diduga diluncurkan ke arah Selat Hormuz dan negara-negara Teluk seperti, Bahrain dan Kuwait. 

Melansir rekaman yang dikirim CENTCOM pada Sabtu (6/6/2026) dari Viory, menunjukkan rudal-rudal menghantam posisi radar yang diduga milik Iran tersebut. Namun, tanggal pasti video tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Menurut CENTCOM, Iran sebelumnya meluncurkan tujuh rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain beberapa jam setelah pasukan AS menembak jatuh empat 'drone serang satu arah Iran' yang menuju ke Selat Hormuz.

"Drone serang tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan yang dilansir Viory.

"Pasukan AS kemudian menyerang situs radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan di Pulau Qeshm untuk mempertahankan diri dari serangan maritim lebih lanjut," sambung CENTCOM.

Atas serangan ini, CENTCOM dalam posisi waspada atas serangan Iran.

"Pasukan CENTCOM tetap waspada dan siap untuk terus menanggapi agresi Iran yang tidak beralasan untuk membela diri," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya, pasukan pertahanan AS itu mengklaim telah mencegah enam dari tujuh rudal, sementara rudal ketujuh gagal mencapai target yang dituju. CENTCOM mengatakan, tidak ada laporan langsung tentang cedera di antara personel AS.

Sementara itu, militer Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara nasional sukses mencegat ancaman rudal dan drone 'musuh' yang datang pada Sabtu pagi. AS dan Bahrain juga menolak klaim Iran bahwa serangan mereka telah merusak markas Armada Kelima AS.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku, telah menargetkan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai tanggapan atas serangan Amerika baru-baru ini. IRGC juga mengklaim telah menembaki empat kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin Iran.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hubungan antara Teheran dan Washington kian memburuk, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April. Meskipun pembicaraan diplomatik antara kedua pihak telah berlanjut dalam beberapa minggu terakhir, belum ada kesepakatan damai antara kedua negara. 

Sumber: Viorysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: