26 Maret Memperingati Hari Apa? Simak 4 Peringatan Nasional dan Internasional

Oleh: Kiswondari
Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB
Peringatan Wear a Hat Day, Hari Memakai Topi sebagai kepedulian atas penyakit tumor otak. (BeritaNasional/Brain Tumor Research)
Peringatan Wear a Hat Day, Hari Memakai Topi sebagai kepedulian atas penyakit tumor otak. (BeritaNasional/Brain Tumor Research)

BeritaNasional.com - Setiap tanggal mencatatkan kisah dan sejarahnya yang memberi arti bagi kehidupan di masa kini. Terdapat banyak peristiwa bersejarah dan peringatan pada 26 Maret yang diperingati secara nasional maupun internasional yang bersejarah dan unik. Mulai dari Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia, hari kesendirian internasional, hari kemerdekaan Bangladesh, hingga hari memakai topi.

Berikut adalah daftar peringatan 26 Maret yang dirangkum BeritaNasional dari berbagai sumber:

1. Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia (Purple Day)
Hari Epilepsi Sedunia, juga dikenal sebagai Purple Day, adalah peringatan internasional yang diadakan setiap tahun pada tanggal 26 Maret. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang epilepsi, menghapus stigma negatif yang melekat pada penderitanya, dan meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini.

Hari Epilepsi Sedunia pertama kali diadakan pada tahun 2008 oleh Cassidy Megan, seorang gadis berusia 9 tahun yang menderita epilepsi. Cassidy ingin meningkatkan kesadaran tentang epilepsi dan menghapus stigma negatif yang melekat pada penderitanya. Pada tahun 2009, Epilepsy Association of The Maritimes (EAM) dan Anita Kaufmann Foundation (AKF) bergabung untuk mendukung peringatan ini, dan sejak itu, peringatan ini diadakan setiap tahun pada tanggal 26 Maret.

Tujuan utama Hari Epilepsi Sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang epilepsi dan menghapus stigma negatif yang melekat pada penderitanya, meningkatkan pemahaman publik tentang epilepsi dan cara-cara untuk mengatasi kondisi ini, meningkatkan dukungan untuk penderita epilepsi dan keluarga mereka, dan meningkatkan penelitian tentang epilepsi dan pengembangan pengobatan yang lebih efektif.

2. Hari Kesendirian Internasional
Setiap tanggal 26 Maret diperingati sebagai Hari Kesendirian Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesendirian dan memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Peringatan ini adalah kesempatan untuk merefleksikan diri, mengisi energi, dan meningkatkan kesadaran tentang kebutuhan akan kesendirian, serta membantu mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas.

3. Hari Kemerdekaan Bangladesh
Hari Kemerdekaan Bangladesh dirayakan setiap tanggal 26 Maret untuk memperingati kemerdekaan dan dimulainya Perang Kemerdekaan Bangladesh pada 1971 yang dideklarasikan Sheikh Mujibur Rahman. Hari itu merupakan hari libur nasional di Bangladesh dan dirayakan dengan parade, penghormatan di Jatiyo Smriti Soudho, monumen peringatan nasional di Savar, dekat Dhaka, serta berbagai acara budaya dan politik. 

Bangladesh sebelumnya merupakan bagian dari Pakistan, dikenal sebagai Pakistan Timur. Namun, perbedaan budaya, bahasa, dan ekonomi antara Pakistan Timur dan Barat menyebabkan ketegangan dan perjuangan kemerdekaan. Pada 25 Maret 1971, Pakistan Barat melancarkan Operasi Searchlight, yang memicu Perang Kemerdekaan Bangladesh. 

Hari Kemerdekaan Bangladesh dirayakan dengan berbagai acara, antara lain, parade dan penghormatan di monumen peringatan nasional di Jatiyo Smriti Soudho, acara budaya berupa pertunjukan musik, tarian, dan teater, serta pidato politik oleh pemimpin negara dan tokoh masyarakat.

4. Wear A Hat Day (Hari Memakai Topi)
Hari Memakai Topi bukan perayaan fashion atau tentang topi, ini adalah peringatan yang diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit tumor otak dan mendorong penggalangan dana untuk penelitian medis terkait kondisi tersebut. Peringatan Hari Memakai Topi ini bermula dari kesadaran bahwa sekitar 250.000 orang di seluruh dunia setiap tahunnya mengidap tumor otak. Namun, berkat kemajuan ilmiah di bidang kemoterapi dan radiasi, tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi dari sebelumnya.

Dahulu, tumor otak berarti akhir bagi individu yang malang yang mengidapnya. Pada 1879, ahli bedah Skotlandia William Macewen menjadi orang pertama yang berhasil mengangkat tumor otak. Pasiennya, seorang wanita muda, pulih sepenuhnya, dan keadaan berbalik dalam perjuangan melawan penyakit ini. Proses ilmiah yang dikembangkan selama beberapa tahun berikutnya berarti kemajuan pesat dalam pemahaman dan pengobatan kondisi ini.

Terlepas dari kemajuan signifikan dalam 150 tahun terakhir, masih belum ada obat yang benar-benar ampuh untuk tumor otak. Dan peringatan Hari Memakai Topi ini bertujuan untuk mengumpulkan dana dan meningkatkan kesadaran akan penelitian tumor otak. Biasanya digunakan sebagai bentuk perlindungan dari unsur-unsur eksternal, topi juga dikenakan sebagai simbol perlindungan internal. Peringatan ini menjadi dukungan kepada para ilmuwan luar biasa yang sedang berupaya menemukan obatnya.

Demikian rangkuman informasi tentang daftar peringatan 26 Maret, sebagai pengingat bahwa setiap peristiwa bisa menjadi momen berharga untuk dirayakan.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: