DPR Minta WFH Jangan Ditetapkan Hari Jumat, Ini Alasannya

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 25 Maret 2026 | 17:16 WIB
Suasana jalan di Jakarta yang terlihat lengang dikarenakan imbauan WFH dan PJJ. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Suasana jalan di Jakarta yang terlihat lengang dikarenakan imbauan WFH dan PJJ. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, mendorong pemerintah menentukan pilihan hari untuk pemberlakuan Work From Home (WFH) demi menghemat BBM. Berbeda dengan masa pandemi Covid-19, mobilitas masyarakat saat ini masih berjalan normal.

"Rencana kebijakan WFH saat ini berbeda dengan kebijakan WFH saat Covid-19 yang disertai kebijakan social distancing. Artinya, mobilitas warga sekarang berjalan normal seperti biasa. Karena itu, jumlah hari dan pilihan hari WFH mesti dimaksudkan untuk efisiensi penggunaan BBM," kata Khozin kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Khozin menambahkan, jika WFH diberlakukan pada hari Jumat, justru berpotensi mendorong mobilitas tinggi karena dapat memicu long weekend.

"WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan. Kebijakan ini bisa berubah menjadi 'long weekend' karena berdekatan dengan akhir pekan. Artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga tetap tinggi," ujarnya.

Selain itu, rencana WFH ini bisa dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mengendalikan polusi udara dan memperbaiki tata kelola transportasi umum.

"Dengan demikian, skema kebijakan WFH harus sesuai dengan maksud dan tujuan awal. Jumlah hari, pilihan hari, serta daerah yang diterapkan WFH mesti dikalkulasi secara presisi agar efisiensi penggunaan BBM tercapai tanpa mengurangi aspek pelayanan publik bagi masyarakat," jelas Khozin.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: