AS Ajukan Rencana 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Konflik

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 26 Maret 2026 | 01:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)

BeritaNasional.com - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah mengajukan proposal berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Informasi ini disampaikan oleh dua sumber regional dan seorang pejabat AS, di tengah langkah Presiden Donald Trump yang menyetujui penambahan pengerahan pasukan ke kawasan tersebut.

Menurut sumber tersebut, proposal itu disampaikan kepada pejabat Iran melalui Pakistan sebagai perantara. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah pihak Iran telah menyetujui salah satu poin dalam rencana tersebut. Upaya diplomatik ini sebelumnya juga dilaporkan oleh The New York Times.

Trump mengonfirmasi keberadaan rencana 15 poin itu pada Senin dan menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan dapat segera tercapai.

“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Itu nomor satu. Itu nomor satu, dua, dan tiga,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa Iran telah menyetujui hal tersebut.

“Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”

Di sisi lain, Iran secara konsisten menegaskan bahwa program nuklirnya tidak bertujuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan ini kembali disampaikan di tengah meningkatnya tekanan internasional dan negosiasi yang masih berlangsung.

Meski jalur diplomasi terus diupayakan, pemerintah AS juga mengambil langkah militer dengan menyetujui pengerahan lebih dari 1.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah. Laporan mengenai langkah ini sebelumnya disampaikan oleh NBC News, dengan pasukan disebut masih berada di AS namun dapat diberangkatkan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa negaranya terus memantau pergerakan militer AS di kawasan, khususnya terkait pengerahan pasukan. Ia juga memberikan peringatan keras melalui media sosial dengan menyatakan, “Jangan menguji tekad kami untuk mempertahankan tanah air kami.”

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: