DPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Efisiensi, Jangan Pangkas Anggaran Pendidikan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 26 Maret 2026 | 07:23 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (BeritaNasional/Ahda)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menanggapi rencana pemerintah efisiensi anggaran untuk menjaga defisit APBN di tengah tekanan global. Lalu juga mengingatkan agar langkah efisiensi ini tidak mengorbankan sektor pendidikan yang menjadi prioritas nasional sesuai amanat UUD 1945.

"Pemangkasan anggaran pendidikan pada dasarnya bukanlah langkah yang ideal, kecuali dilakukan secara sangat selektif dan tidak menyentuh program-program inti," ujar Lalu dalam keterangannya, dikutip Kamis (26/3/2026).

Pendidikan, kata Lalu, bukan hanya sekadar pos belanja negara. Tetapi investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing.

Oleh karena itu, apabila efisiensi anggaran harus dilakukan, maka yang seharusnya dipangkas adalah belanja non-prioritas, seperti kegiatan seremonial, perjalanan dinas, serta program-program yang tumpang tindih.

Politikus PKB ini juga mengingatkan bahwa pemangkasan anggaran pendidikan secara luas berpotensi menimbulkan dampak serius. Dalam jangka pendek, hal tersebut dapat menekan bantuan operasional sekolah, beasiswa, serta kesejahteraan guru.

Sementara dalam jangka panjang, kebijakan tersebut berisiko menurunkan kualitas pembelajaran, memperlebar kesenjangan akses pendidikan, dan melemahkan daya saing Indonesia di tingkat global.

"Risiko yang lebih besar adalah terganggunya pencapaian target pembangunan sumber daya manusia di masa depan," ujar Lalu

Komisi X mengingatkan pemerintah melalui efisiensi secara hati-hati dan mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh. Pemerintah juga diharapkan mencari alternatif efisiensi lain seperti meningkatkan efektivitas belanja, mengurangi pemborosan birokrasi, dan mengoptimalkan penerimaan negara.

"Pada prinsipnya, kami tidak menolak efisiensi. Namun, kebijakan tersebut harus dilakukan secara cerdas, terukur, dan tidak mengorbankan masa depan generasi bangsa, khususnya di bidang pendidikan," pungkas Lalu.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: