Pemprov DKI Tutup Tempat Penampungan Sementara Sampah di Sungai TPU Tanah Kusir

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:00 WIB
Sebuah truk bermuatan sampah diduga buang sampah di kali Tanah Kusir Jakarta Selatan. (BeritaNasional/Lydia)
Sebuah truk bermuatan sampah diduga buang sampah di kali Tanah Kusir Jakarta Selatan. (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menghentikan operasional emplasemen atau tempat penampungan sementara sampah di badan sungai di kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. 

Hal ini dilakukan usai viral di media sosial foto yang menunjukkan truk diduga membuang sampah ke sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, emplasemen di badan sungai TPU Tanah Kusir ditutup secara permanen mulai Jumat (27/3/2026). 

Ke depan, DLH DKI Jakarta akan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem emplasemen, termasuk penataan dan penutupan bertahap lokasi serupa yang berada di bantaran sungai.

“Kami menutup emplasemen yang ada di TPU Tanah Kusir ini. Selanjutnya, kami akan melakukan perbaikan dan memastikan emplasemen yang berada di bantaran sungai ditata serta ditutup secara bertahap,” kata Asep Kuswanto di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (28/3/2026).

Tak hanya itu, DLH juga akan menata ulang dengan menambahkan pagar pembatas agar sampah tidak kembali masuk ke badan air, serta menggunakan kontainer sebagai bak penampungan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan. 

Kemudian, akan dipasang papan informasi yang menjelaskan fungsi lokasi sebagai tempat penampungan sementara sampah badan air.

“Keberadaan emplasemen ini untuk mempercepat penanganan sampah di badan air. Namun, pengelolaannya akan terus kami evaluasi agar semakin tertata dan ramah lingkungan,” ujar Asep.

Sebagai tindak lanjut penutupan emplasemen TPU Tanah Kusir, DLH DKI Jakarta mengalihkan pengelolaan sampah ke fasilitas saringan sampah TB Simatupang yang dinilai lebih representatif dan memiliki sistem pengolahan yang lebih optimal. 

Meski jarak tempuh menjadi lebih jauh, Asep memastikan hal tersebut tidak akan menghambat pelayanan penanganan sampah badan air. Ia juga menegaskan sampah yang diangkat dari sungai tidak akan kembali mencemari badan air.

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, termasuk memastikan sampah yang diangkat dari sungai tidak kembali ke badan air," ucap Asep.

"Sistem sekat di sungai tetap kami optimalkan untuk menahan sampah sebelum diangkut ke darat,” tambah dia.

Untuk diketahui, emplasemen di TPU Tanah Kusir merupakan salah satu lokasi awal yang telah beroperasi sejak 2014 dan berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sampah hasil pembersihan badan air, seperti sungai dan waduk di wilayah Pesanggrahan, Kebayoran Baru, dan Kebayoran Lama.

“Emplasemen di TPU Tanah Kusir ini merupakan salah satu yang pertama digunakan dalam sistem penanganan sampah badan air di Jakarta,” jelasnya.

Menurut Asep, sampah yang ditampung di lokasi tersebut bukan berasal dari rumah tangga, melainkan murni sampah hasil pembersihan sungai. 

Setelah dikumpulkan, sampah kemudian dipindahkan menggunakan alat berat ke truk pengangkut (mini dump truck) untuk dibawa ke fasilitas pengolahan akhir di TB Simatupang maupun TPST Bantar Gebang. 

Ada enam mini dump yang dioperasikan untuk mengangkut sampah dari lokasi tersebut.

“Emplasemen ini sifatnya hanya sementara, seperti tempat penampungan sementara sampah di darat. Kami pastikan sampah yang masuk akan diselesaikan dalam waktu satu hari dan tidak menumpuk,” terangnya.

Asep menjelaskan bahwa lokasi tersebut juga dimanfaatkan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk menampung hasil pemangkasan pohon sebelum diangkut ke tempat pengolahan.

“Di kawasan TPU Tanah Kusir ini kan banyak sekali daun-daun, jadi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menaruh sampah daun dan hasil pemangkasan pohon ke tempat ini, yang kemudian diangkut bersamaan dengan sampah badan sungai ke TB Simatupang atau TPST Bantargebang,” paparnya.

Asep juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi atas peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik terkait aktivitas truk mini dump yang membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas masukan dan saran yang diberikan. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan tata kelola persampahan di Jakarta,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: