AS Akan Tinjau Ulang Penolakan NATO Bantu Lawan Iran

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 31 Maret 2026 | 10:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/X)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/X)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Amerika Serikat sangat kecewa dengan penolakan anggota NATO membantunya dalam operasi militer melawan Iran. Ia menambahkan, masalah ini akan ditinjau kembali setelah konflik berakhir.

"Saya pikir itu sangat mengecewakan Presiden Donald Trump. Negara kita harus meninjau kembali semua ini setelah operasi ini selesai," kata Rubio kepada Al Jazeera.

“Jika NATO hanya berarti, jika kami membela Eropa ketika mereka diserang, tetapi mereka menolak memberikan hak penggunaan pangkalan saat kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik. Ini tidak menguntungkan bagi Amerika Serikat,” ujar Rubio.

Rubio menegaskan kembali dukungannya terhadap aliansi militer itu, seraya menyebut hak penggunaan pangkalan memberi AS pengaruh, fleksibilitas, dan kemampuan operasi global. 

Namun, Rubio menyatakan Washington dapat meninjau ulang perjanjian jika akses tersebut ditolak saat konflik.

Sebelumnya Trump mengatakan, NATO sangat bodoh karena tidak mendukung Amerika Serikat dalam operasi militernya melawan Iran. 

Trump mengatakan,  ia tidak terkejut bahwa mayoritas negara NATO tidak ingin bergabung dalam agresi militer ke Iran. Ia menyebut, aliansi itu berjalan satu arah.

Trump juga mengatakan operasi militer melawan Iran adalah ujian dukungan NATO untuk AS, dan Washington kecewa dengan sikap aliansi tersebut dan tidak akan melupakannya. 

"Bantuan dari NATO tidak lagi dibutuhkan," kata Trump kesal.


Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: