Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat Buntut Tewasnya Personel Perdamaian di Lebanon

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 31 Maret 2026 | 12:24 WIB
Menlu RI Sugiono dalam High Level Segment ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Senin (23/2/2026). (BeritaNasional/Kemlu)
Menlu RI Sugiono dalam High Level Segment ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Senin (23/2/2026). (BeritaNasional/Kemlu)

BeritaNasional.com - Indonesia melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan (DK) setelah seorang personel penjaga perdamaian Indonesia gugur akibat serangan di Lebanon. 

Desakan tersebut disampaikan Menlu dalam komunikasinya dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada Senin (30/3/2026) malam. Tak hanya itu, ia juga meminta proses penyelidikan dilakukan segera.

"Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan," kata Sugiono seperti dikutip dari akun X, Selasa (31/3/2026).

Sugiono pun turut mengapresiasi perhatian Guterres melalui ungkapan duka citanya dan kesiapan PBB untuk berkoordinasi dengan Indonesia dalam menyelidiki insiden tersebut. 

Pada saat yang sama, Sugiono juga berkomunikasi dengan Menlu Lebanon Yousef Raggi untuk menyampaikan kekhawatiran mendalam Indonesia atas serangan yang menewaskan personel asal Indonesia.

Menurut Sugiono, kedua pihak sepakat melakukan koordinasi lanjutan.

"Langkah-langkah tersebut dilakukan sembari mendukung upaya penurunan eskalasi tensi dan menjaga stabilitas regional," jelas Sugiono.

Dalam kedua percakapan itu, Sugiono menegaskan sikap Indonesia, yakni mengecam aksi serangan tersebut.

"Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum Internasional," tegasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026) personel UNIFIL asal Indonesia, Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.

Konflik di wilayah itu tengah meningkat di tengah ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata lokal.

Kementerian Pertahanan kemudian mengonfirmasi dua personel Indonesia lainnya turut gugur pada Senin (30/3/2026) seiring eskalasi kekerasan yang terus meningkat di kawasan tersebut.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: