Lakukan Penghematan, MPR Berlakukan WFH Bagi Pegawai Sampai Batasi Jam Kerja

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 31 Maret 2026 | 17:53 WIB
Sekjen MPR RI Siti Fauziah. (BeritaNasional/Ahda)
Sekjen MPR RI Siti Fauziah. (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menjalankan kebijakan penghematan energi. Mulai dari memberlakukan work from home (WFH) bagi pegawai MPR mulai 1 April, sampai pembatasan jam kerja sampai pukul 17.00 WIB.

"Jadi dengan adanya imbauan, imbauan penghematan ini, kita pun dari MPR melaksanakan WFA dan WFH. Itu dimulai per tanggal 1 April besok. Aturan itu sudah kita mulai, dan penghematan listrik pun dilakukan dengan kita membatasi jam kerja," kata Sekjen MPR RI Siti Fauziah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Pembatasan jam kerja itu diiringi dengan pemadaman listrik mulai pukul 18.00 WIB. Kegiatan MPR dibatasi sampai pukul 17.00 WIB.

"Jadi listrik ini akan dipadamkan juga di jam 18. Jadi kita berharap semua kegiatan akan berakhir di jam 5, jam 5 sore, jam 17. Dan mulai dari situ jam 18 kita sudah mulai pemadaman listrik," jelas Siti.

Sekretariat MPR juga telah membagi pegawainya untuk sebagian bekerja dari WFH. Agar tidak mengganggu kegiatan pimpinan dan anggota MPR.

"Jadi ada pengaturan khusus di mana pengaturan itu kita akan melaksanakan empat hari kerja, di mana hari Jumat itu kita ada pembagian piket," ujarnya.

"Jadi karena kan kita tidak menutup kemungkinan juga di hari Jumat itu ada kegiatan pimpinan ataupun anggota. Jadi ada piket, satu unit itu diwakili oleh hanya dua orang. Yang lainnya WFH atau WFA. Itu yang kami laksanakan," paparnya.

Selain itu, MPR RI juga melakukan penghematan dengan mengurangi kegiatan pimpinan dan anggota MPR RI.

"Tadi disampaikan oleh Ketua bahwa kegiatan-kegiatan yang tidak secara langsung dilaksanakan oleh baik pimpinan maupun anggota itu kita lakukan penghematan," ujar Muzani.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: