Dinamika Global Kian Kompleks, Pemerintah Perkuat Investasi EBT

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 01 April 2026 | 06:32 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto/BPMI)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com -  Pemerintah memperkuat arah kebijakan investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT). Hal ini sebagai respons terhadap dinamika global yang semakin kompleks.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani, Selasa (31/3/2026) menyatakan pemerintah memanfaatkan dinamika global yang terjadi untuk mempercepat berbagai kebijakan dan investasi di sektor energi bersih.

“Tapi di satu sisi kita pun mengambil momentum ini untuk mengakselerasi beberapa kebijakan, policy, dan juga dari segi investasi dalam rangka mempercepat penggunaan renewable atau energi baru terbarukan, seperti geothermal, solar untuk elektrifikasi, hidro, dan lain-lainnya,” jelasnya. 

Dalam keterangannya itu langkah tersebut disusun secara komprehensif untuk jangka pendek, menengah, hingga panjang, dengan harapan memberikan dampak positif terhadap energi nasional ke depan.

“Sehingga ini merupakan suatu langkah secara komprehensif, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang yang tentunya akan menimbulkan dampak yang positif terhadap penggunaan energi kita ke depan,” kata Rosan.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan energi menjadi bagian dari paket transformasi budaya kerja nasional dalam menghadapi dinamika global.

Ia menekankan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan stabilitas fiskal terjaga, serta ketersediaan energi yang aman.

Airlangga menjelaskan, pemerintah meluncurkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional yang mencakup efisiensi energi dan perubahan pola kerja yang lebih produktif serta berbasis digital.

Salah satu langkahnya adalah penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara dan imbauan serupa bagi sektor swasta, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing sektor.

Selain itu, pemerintah juga mendorong efisiensi mobilitas melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, serta peningkatan penggunaan transportasi publik.

Dalam upaya memperkuat kemandirian energi, katanya pemerintah juga akan mengimplementasikan kebijakan biodiesel, B50 mulai 1 Juli 2026. Ini diyakini mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil secara signifikan, serta menghemat anggaran subsidi energi. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: