3 Prajurit TNI Gugur dalam Tugas Perdamaian di Lebanon, Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Penghargaan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 01 April 2026 | 17:48 WIB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kiri) saat bertakziah ke keluarga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. (Foto/Istimewa)
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kiri) saat bertakziah ke keluarga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan pihaknya telah menyiapkan santunan dan penghargaan bagi prajurit yang gugur dalam tugas sebagai pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka seluruhnya menerima santunan masing-masing Rp1,8 miliar diterima melalui ahli warisnya.

"Saya sampaikan santunan hak-hak prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205," kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Agus yang dalam kesempatan hari ini turut menyambangi rumah duka, menjelaskan bahwa santunan terdiri dari nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk dua anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, santunan gugur dari perbankan. 

Berdasarkan rincian santunan yang diberikan, nilai terbesar bersumber dari uang santunan kematian dari PBB yang masing-masing berjumlah Rp1,2 miliar.

Selain itu, ketiga prajurit yang telah gugur di Lebanon juga mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta alias Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang (KPLB OMSP).

"Kemudian, penghargaan Medal “Dag Hammarskjold”, gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok + ULP + tunjab), serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," tandasnya.

Prajurit TNI Gugur

Diketahui, kondisi eskalasi di Lebanon Selatan sedang meningkat. Dampaknya, delapan prajurit TNI menjadi korban, tiga di antaranya gugur akibat serangan saat konflik tersebut.

Insiden fatal ini terjadi hanya dalam waktu 24 jam pertama terhadap empat prajurit TNI yakni, Praka Farizal Rhomadhon gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan akibat serangan militer Israel pada Minggu (29/3/2026).

Kemudian, untuk serangan terbaru, berdasarkan laporan terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) terjadi saat pelaksanaan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Diketahui, CSSU adalah satuan pendukung yang bertugas memberikan dukungan bagi markas komando. Di mana dalam insiden itu, sedang melakukan konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” sebut Aulia.

Sementara dua prajurit lainnya yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto menjalani luka yang saat ini telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Akibat serangan ini, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. 

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tuturnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: