PBB: Penyelidikan Kematian 3 Pasukan Perdamaian Indonesia Butuh Waktu

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 April 2026 | 12:47 WIB
Pasukan Perdamaian Indonesia. (Foto/Kemhan)
Pasukan Perdamaian Indonesia. (Foto/Kemhan)

BeritaNasional.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tengah melanjutkan proses penyelidikan atas insiden gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan penjaga perdamaian di Lebanon atau UNIFIL, meskipun menghadapi sejumlah kendala di lapangan. PBB berharap dapat segera menyampaikan perkembangan terbaru terkait investigasi tersebut dalam waktu dekat.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa proses penyelidikan tidak berjalan mudah karena situasi di lokasi kejadian masih menantang. Selain itu, tim investigasi juga mengalami keterlambatan dalam mengakses lokasi yang menjadi fokus penyelidikan.

“Kami berharap dapat segera memberikan perkembangan terbaru mengenai penyelidikan, meskipun terdapat situasi yang menantang di lapangan dan keterlambatan dalam mengakses lokasi kejadian,” ujar Dujarric dikutip dari Al-jazeera, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan bahwa investigasi membutuhkan waktu karena melibatkan berbagai pihak dan proses teknis yang mendalam.

“Investigasi ini membutuhkan waktu, karena para ahli teknis memeriksa bukti fisik di tempat kejadian, sementara yang lain melihat konteks dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi,” tambahnya.

Prajurit TNI Gugur

Diketahui, kondisi eskalasi di Lebanon Selatan sedang meningkat. Dampaknya, delapan prajurit TNI menjadi korban, tiga di antaranya gugur akibat serangan saat konflik tersebut.

Insiden fatal ini terjadi hanya dalam waktu 24 jam pertama terhadap empat prajurit TNI yakni, Praka Farizal Rhomadhon gugur, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan akibat serangan militer Israel pada Minggu (29/3/2026).

Kemudian, untuk serangan terbaru, berdasarkan laporan terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) terjadi saat pelaksanaan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Diketahui, CSSU adalah satuan pendukung yang bertugas memberikan dukungan bagi markas komando. Di mana dalam insiden itu, sedang melakukan konvoi dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” sebut Aulia.

Sementara dua prajurit lainnya yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto menjalani luka yang saat ini telah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Akibat serangan ini, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. 

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tuturnya.

Sumber: Al-jazeerasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: