Di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Pastikan Fiskal Terkendali dan BBM Subsidi Tetap Stabil

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 12:00 WIB
Wamenkeu Juda Agung. (Foto/BPMI)
Wamenkeu Juda Agung. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia, pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas melindungi ekonomi domestik. 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan kondisi fiskal nasional tetap terkendali dan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan.

Keputusan ini diambil sebagai strategi utama pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi agar tetap stabil.

“Resepnya adalah pertama, kita harus jaga daya beli masyarakat. Jadi, BBM tidak kita naikkan. Yang kedua, dari sisi eksternal sebenarnya ada natural hedge,” ujar Juda Agung dalam keterangan persnya pada Selasa (7/4/2026).

Ekonomi RI Tetap Solid di Kuartal I 2026

Meski situasi dunia sedang bergejolak, performa ekonomi Indonesia hingga kuartal pertama tahun 2026 dinilai masih sangat tangguh. Laju pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mampu menyentuh angka 5,4 hingga 6 persen.

Optimisme ini didorong oleh tiga pilar utama. Pertama, permintaan rumah tangga yang tetap kuat. Kedua, penguatan harga dan volume ekspor batu bara serta CPO. Ketiga, arus modal yang terus mengalir masuk ke berbagai sektor strategis.

Strategi Efisiensi APBN

Terkait postur anggaran, Wamenkeu menjelaskan bahwa penerimaan pajak dan belanja negara masih menunjukkan tren positif. 

Meskipun alokasi untuk subsidi membengkak akibat harga energi dunia, pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN tetap di bawah batas aman 3 persen melalui efisiensi internal.

“Karena belanja subsidinya naik, ini kita kelola supaya belanja yang lain lebih efisien tapi tetap efektif untuk mendorong program-program prioritas. Ada ruang-ruang untuk efisiensi. Inilah yang kita kelola sehingga overall APBN kita masih bisa kita jaga di bawah 3 persen budget defisitnya,” ungkapnya.

Kebijakan Berbasis Data

Juda Agung menekankan setiap langkah fiskal yang diambil pemerintah bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan hasil perhitungan yang sangat mendalam. 

Ia menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang solid dan komunikasi transparan agar masyarakat serta pelaku usaha tetap tenang menghadapi ketidakpastian global.

“Apa yang kami sampaikan ini di fiskal ini adalah based on perhitungan-perhitungan detail. Jadi ini memang sebuah masukan dan tentu saja komunikasi terus harus kita lakukan dari hari ke hari,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: