Trump Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran Selama 2 Pekan, Ketegangan Mereda?

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 09:02 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan penangguhan serangan militer terhadap Iran selama dua minggu, terhitung mulai Selasa (7/4/2026) waktu setempat. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk gencatan senjata dua arah guna memberikan ruang bagi proses negosiasi perdamaian permanen.

Melalui unggahan di media sosialnya, Trump menegaskan keputusan ini memiliki syarat mutlak. Iran harus menjamin pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman bagi lalu lintas internasional.

Proposal 10 Poin

Trump mengungkapkan bahwa alasan di balik pelonggaran militer ini adalah tercapainya sebagian besar target operasi AS. Ia juga optimistis kesepakatan damai jangka panjang di Timur Tengah kini sudah berada dalam jangkauan.

"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran. Kami meyakini dokumen tersebut merupakan landasan yang layak untuk memulai negosiasi," ujar Trump dalam keterangannya.

Peran Pakistan sebagai Mediator

Keputusan gencatan senjata ini tidak lepas dari peran Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. 

Sebelumnya, Sharif mengirimkan permohonan terbuka melalui platform X, meminta Trump memperpanjang tenggat waktu negosiasi. 

Di saat yang sama, ia juga mendesak Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai gestur niat baik.

Upaya diplomasi ini menjadi penyelamat di tengah situasi yang sangat genting. Pasalnya, pada Selasa pagi, Trump sempat melontarkan ancaman keras bahwa "peradaban Iran akan berakhir" jika kesepakatan tidak tercapai pada pukul 20.00 waktu setempat. 

Ancaman tersebut mencakup rencana penghancuran infrastruktur total, mulai dari jembatan hingga pembangkit listrik di seluruh penjuru Iran.

Kondisi Terakhir

Meski gencatan senjata kini berlaku, serangan udara sempat terjadi sebelum kesepakatan tercapai. 

Pejabat AS mengonfirmasi bahwa pasukan Amerika telah menggempur sejumlah target militer di Pulau Kharg. Namun, fasilitas minyak di pusat ekspor utama tersebut dilaporkan tetap aman. Selain itu, beberapa jalur kereta api di Iran juga dikabarkan sempat menjadi sasaran serangan.

Respons Iran

Menanggapi pengumuman ini, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi menyambut baik dan berjanji akan mengoordinasikan jalur aman di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata dua minggu.

"Kami akan menghentikan seluruh 'operasi pertahanan' selama serangan terhadap kami juga berhenti," tegas Araghchi.

Pihak Iran juga menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama delegasi AS dalam perundingan di Islamabad, Pakistan. 

Meski demikian, Araghchi mengingatkan bahwa gencatan senjata ini bersifat sementara dan hasil akhirnya akan sangat bergantung pada rincian negosiasi proposal 10 poin tersebut.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: