TNI AU Bakal Tambah 25 Radar dan 10 Satrad Baru sampai 2029

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 09 April 2026 | 14:41 WIB
Kasau Marsekal M. Tonny Harjono dalam HUT TNI AU ke-80 di Mabesau, Cilangkap, Jaktim, Kamis (9/4/2026). (BeritaNasional/YT Airmen TV Dispenau)
Kasau Marsekal M. Tonny Harjono dalam HUT TNI AU ke-80 di Mabesau, Cilangkap, Jaktim, Kamis (9/4/2026). (BeritaNasional/YT Airmen TV Dispenau)

BeritaNasional.com - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal M. Tonny Harjono menyampaikan rencana penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) khususnya untuk menambah radar dan satuan radar (satrad) di seluruh Indonesia. Langkah ini seiring dengan pengadaan 25 radar baru dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) guna menunjang penambahan satrad yang sudah ada dalam rangka memastikan rencana strategis berjalan dengan baik.

”Kami menyiapkan infrastruktur yang tadi saya sampaikan. Kami akan mendapatkan 25 radar baru, karena kita ketahui bahwa radar yang kami miliki saat ini ada 20 satrad, sudah usang tetapi masih berfungsi dengan baik,” kata Tonny kepada awak media usai Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI AU pada Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, dari 25 Radar baru yang akan diadakan nantinya diharapkan bisa menambah satrad baru. Karena, saat ini hanya 20 satrad yang masih belum cukup meng-cover beberapa blind spot di seluruh wilayah udara Indonesia.

”Masalahnya adalah ada beberapa wilayah yang tidak tercover oleh radar, sehingga kami bilang blind spot. Nah, untuk kedepannya kami menempatkan radar-radar baru itu di tempat yang saat ini menjadi blind spot. Sehingga ke depan dengan penambahan 25 radar, seluruh Indonesia akan tercover oleh radar,” jelas dia.

Oleh sebab itu, Tonny menyatakan, penambahan 25 radar nantinya akan ditunjang dengan pembentukan 10 satrad baru yang akan berjalan sampai 2029 mendatang. Sehingga dalam tiga tahun ke depan, sudah tidak ada titik blind spot di wilayah udara Indonesia. 

”Ini berproses. Insyaallah tahun 2029 semua sudah terinstal sesuai rencana. Semua nantinya akan ada 30 satrad, sekarang 20 satrad,” ujarnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: