Trump Ancam Iran Stop Pungut Biaya Kapal Tanker di Selat Hormuz
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran terkait laporan adanya penarikan biaya terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Jalur perairan ini merupakan urat nadi energi dunia yang sangat vital.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menegaskan agar praktik tersebut segera dihentikan.
"Ada laporan bahwa Iran memungut biaya dari kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya itu tidak terjadi, dan jika memang benar, mereka harus segera menghentikannya!" tulis Trump pada Kamis (10/4/2026) waktu setempat.
Pernyataan tegas ini terbilang mengejutkan mengingat sehari sebelumnya Trump sempat menunjukkan sikap yang lebih lunak. Dalam wawancara dengan ABC News, ia sempat melempar ide untuk membentuk "usaha patungan" (joint venture) dengan Iran guna mengelola biaya lintasan di jalur yang dilalui 20 persen pasokan minyak global tersebut. Ia bahkan menyebut rencana itu sebagai "hal yang indah."
Tak hanya itu, pada Rabu lalu, Trump juga sempat mengatakan di media sosial bahwa AS bisa meraup untung besar dengan membantu mengatur kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.
Iran Patok Tarif 1 Dolar Per Barel
Ketegangan ini dipicu oleh laporan The Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa Iran mulai menuntut biaya transit sebesar 1 dolar AS per barel kepada setiap kapal tanker minyak yang melintas.
Di sisi lain, situasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz sebenarnya masih terpantau sepi. Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip data pelacakan kapal Kpler, baru ada dua kapal tanker non-Iran yang terdeteksi melintasi selat tersebut pada hari Kamis. Ini merupakan pergerakan pertama pasca tercapainya gencatan senjata pada hari Selasa lalu.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah nyata dari pemerintah AS terkait ancaman Trump, mengingat besarnya dampak Selat Hormuz terhadap stabilitas harga minyak dunia.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







