Ahmad Sahroni Ungkap Modus Pemerasan Berkedok Oknum KPK, Minta Ratusan Juta!
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap kronologi upaya pemerasan oleh oknum KPK gadungan. Sahroni mengungkap ada seorang ibu-ibu yang datang ke DPR untuk menemui dirinya.
Orang tersebut, kata dia, mengaku utusan pimpinan KPK dan meminta uang Rp300 juta untuk dukungan kepada pimpinan komisi antirasuah tersebut. Sahroni langsung mengecek KPK dan mendapatkan informasi tidak ada utusan tersebut.
"Jadi kronologisnya, ada seorang ibu-ibu datang ke DPR dan meminta bertemu saya. Kemudian saya temui dan dia mengaku utusan dari pimpinan KPK dan di situ dia meminta uang senilai Rp300 juta untuk dukungan pimpinan KPK. Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Setelah itu, Sahroni melaporkan kepada Polda Metro Jaya. Ia bekerjasama dengan Polda dan KPK untuk menangkap orang tersebut.
"KPK kemudian melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya, dan setelahnya saya melapor terkait kasus ini ke Polda Metro Jaya. Saya kemudian bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan KPK untuk menangkap orang ini dengan memberikan uang tersebut di rumahnya," katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait kasus dugaan pemerasan dan pengancaman yang diduga dilakukan oknum pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan.
Adapun, salah seorang pelapor dari kasus ini merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang menjadi korban pemerasan. Laporan itu telah diterima Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026).
"Ada laporan tersebut tentang pengancaman dan pemerasan yang diduga sebagai orang yang mengatasnamakan salah satu lembaga publik terkait tentang pengurusan perkara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan pada Jumat (10/4/2026).
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu





