Menakar Peluang Anies Baswedan di Pilpres 2029 usai Wacana Merger Gerindra-NasDem
BeritaNasional.com - Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai wacana fusi Partai Gerindra dan Partai NasDem berpeluang mengubah keseimbangan kekuatan politik nasional.
Menurut Arifki, konsolidasi dua partai besar itu juga dinilai akan berimbas langsung pada prospek politik Anies Baswedan menjelang Pemilihan Presiden 2029.
Ia menilai peluang Anies dapat terpengaruh signifikan jika fusi benar-benar terwujud karena NasDem merupakan tumpuan utama dukungan politik bagi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
“Ketika NasDem bergeser masuk dalam penyatuan dengan Partai Gerindra, Anies kehilangan salah satu fondasi penting,” ujar Arifki dalam keterangan tertulis pada Selasa (14/4/2026).
“Ini membuat peluangnya di 2029 berada di persimpangan,” tambahnya.
Ia menilai dukungan partai politik menjadi determinan dalam sistem politik Indonesia, khususnya untuk Anies.
Meski sempat dikaitkan dengan Partai Gerakan Rakyat, Arifki mengatakan proses verifikasi pemilu tetap menjadi tantangan harus dipenuhi sebelum menjadi kendaraan politik yang efektif.
“Jika bertahan dalam blok kekuasaan, ruang untuk mengusung figur seperti Anies menjadi terbatas,” tuturnya.
Menurut dia, wacana merger Gerindra-NasDem tidak hanya berkaitan dengan konsolidasi kekuatan politik, tetapi juga memberi ketidakpastian pada masa depan Anies dalam kontestasi Pilpres 2029.
“Namun, jika memilih keluar, NasDem harus mampu membangun basis politik baru di luar kekuasaan sebagai bekal menuju 2029,” ujar Arifki.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan wacana fusi (penggabungan) partainya dan Gerindra sebatas gagasan yang belum dibahas internal.
Menurut Wakil Ketua DPR RI tersebut, gagasan dan ide itu merupakan hal wajar dalam dinamika politik.
“Sebagai sebuah ide atau wacana itu hal yang biasa saja. Tapi, ketika kita mau wujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, harus didiskusikan, harus direncanakan,” ujar Saan.
Menurut dia, faktor ideologi, identitas, dan eksistensi partai menjadi pertimbangan utama yang tidak mudah disatukan.
“Partai itu refleksi dari idealisme, gagasan, cita-cita, bahkan ideologi para pendirinya. Itu tidak gampang untuk difusikan, apalagi dalam konteks hari ini,” katanya.
Saan menegaskan hingga kini tidak ada pembahasan khusus terkait isu tersebut di internal NasDem. Partai justru tengah fokus pada penguatan struktur organisasi.
“Kita belum ada hal yang khusus terkait itu semua. Fokus kita hari ini adalah mengonsolidasikan internal partai,” ucapnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






