Idrus Marham Ajak Anies Baswedan Bangun Narasi Positif dan Optimisme untuk Bangsa

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 11:36 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham merespons pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kondisi ekonomi nasional yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.

Idrus menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun ia mengingatkan agar kritik tidak membangun narasi yang memperbesar kecemasan publik.

Idrus meminta seluruh elite politik berhati-hati dalam membangun persepsi publik di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

“Bangsa ini jangan terus-menerus disuguhi narasi kegelapan. Kritik boleh, bahkan penting dalam demokrasi. Tapi kritik juga harus menghadirkan optimisme, solusi, dan semangat persatuan. Jangan sampai rakyat dibuat makin cemas menghadapi keadaan,” kata Idrus, Kamis (21/5/2026).

Menurut Idrus, tantangan ekonomi saat ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga hampir seluruh negara akibat konflik geopolitik, penguatan dolar Amerika Serikat, hingga ancaman perlambatan ekonomi dunia.

Idrus menilai tidak ada satu negara pun yang terbebas dari tantangan ekonomi berat, termasuk negara-negara besar.

“Hatta negara superpower pun tak ada yang lepas dari tantangan,” tambahnya.

Ia mengatakan tantangan ekonomi global seharusnya dipahami sebagai bagian dari dinamika yang melekat dalam kehidupan setiap bangsa, bukan dibingkai dengan narasi ketakutan.

“Mari kita perhatikan bagaimana dinamika ekonomi berlangsung di setiap negara, lihat bagaimana neraca ekonominya? Semua pasti berada dalam skema yang ‘dinamis-fluktuatif’. Kadang naik, kadang turun! Itu biasa. Jangan dicemaskan menjadi narasi yang menciutnya nyali,” papar Idrus.

Idrus menekankan bahwa yang perlu dibangun saat ini adalah narasi soliditas dan ketangguhan bangsa. Menurut dia, narasi pesimistis berpotensi memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.

“Jika fokus kita berhenti di sana,” sambung Idrus, “Bangsa ini akan terus tergiring menjadi bangsa yang gampang stress, punya rasa terbelakang, tertinggal, minder, gagal! Ujung-ujungnya bisa kufur nikmat! Nauzubillah.”

Ia juga menilai narasi yang terlalu pesimistis dapat memengaruhi kepercayaan pasar dan publik terhadap kondisi nasional.

“Kalau elite politik terus berbicara seakan-akan negeri ini runtuh, pasar bisa terganggu dan rakyat kehilangan kepercayaan diri. Padahal bangsa ini sudah berkali-kali membuktikan mampu bertahan menghadapi krisis besar,” ujarnya.

Idrus berujar bahwa masyarakat saat ini membutuhkan energi positif dan arah yang jelas dari para pemimpin bangsa di tengah ketidakpastian global.

“Rakyat butuh energi positif, bukan ketakutan yang diproduksi terus-menerus. Jangan sedikit-sedikit menggambarkan Indonesia gelap. Kita harus serius menghadapi masalah, tapi juga harus yakin bangsa ini punya kekuatan untuk bangkit,” katanya.

Ia juga mengajak publik mencermati pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR terkait kondisi ekonomi nasional.

“Ini disampaikan blak-blakan, gamblang, tanpa tedeng aling-aling. Itu artinya beliau mengajak kita untuk sama-sama memahami anatomi persoalan dan siap merespon tantangan dengan positif dan optimisme!” ujar Idrus.

Menurut Idrus, langkah Presiden Prabowo tersebut menunjukkan tradisi baru dalam komunikasi politik pemerintah yang lebih terbuka kepada publik.

“Tanpa kegentaran sedikit pun,” ungkap Idrus.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan seluruh pejabat negara harus bekerja penuh tanggung jawab dan tidak menyalahgunakan amanah rakyat.

“Setiap pihak yang telah diberi tugas dan kepercayaan oleh negara harus menjalankannya dengan penuh komitmen dan tanggung jawab kepada rakyat. Tidak boleh ada ruang bagi pejabat yang bekerja setengah hati apalagi menyalahgunakan amanah,” tegas Prabowo.

Idrus menilai pesan Presiden menunjukkan fokus pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan nasional.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas nasional dibanding memperbesar perbedaan politik.

“Kalau ada persoalan mari kita selesaikan bersama. Jangan justru membangun kegaduhan yang membuat masyarakat kehilangan harapan. Indonesia ini dibangun dengan gotong royong, bukan dengan pesimisme,” ujar Idrus.

Menurut Idrus, kritik yang sehat adalah kritik yang mampu menghadirkan solusi sekaligus menjaga semangat rakyat agar tetap percaya terhadap masa depan bangsa.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: