Tekan Ongkos Haji, Kementerian Haji Lobi dengan Maskapai

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 14 April 2026 | 16:51 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah berusaha negosiasi dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines untuk mengurangi tambahan biaya penerbangan haji. Sebab terjadi kenaikan biaya penerbangan haji akibat harga avtur melonjak sebesar Rp1,77 triliun.

"Kita juga masih bernegosiasi dengan pesawat Garuda maupun Saudia tentang angka riil yang harus kita kita sesuaikan itu," ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Gus Irfan memastikan, kenaikan biaya penerbangan tidak akan melebihi Rp1,77 triliun. Namun, pihaknya terus melakukan negosiasi.

"Nambah jelas enggak. Nambah tidak. Tapi kita berupaya bernegosiasi tentang angka riil yang harus kita sesuaikan itu," ujarnya.

Sementara, pemerintah memastikan tidak akan membebankan biaya tambahan kepada jemaah. Untuk menambal biaya penerbangan itu, akan menggunakan APBN. Namun, Gus Irfan belum menjelaskan akan mengalihkan anggaran dari mana untuk biaya penerbangan haji.

"Tadi disebutkan bahwa keuangan negara. Keuangan negara bisa, bisa APBN bisa yang lainnya. Tapi secara umum siap untuk keuangan negaranya," kata Gus Irfan.

Sementara, keberangkatan kloter pertama jemaah haji juga tidak berubah. Gus Irfan memastikan pemberangkatan jemaah 2026 dimulai 21 April.

"Tidak ada. Tidak ada. Pemberangkatan tetap sesuai schedule. 21 April masuk asrama, 22 April berangkat," ucapnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: