AS-China di Ujung Konflik Perang Dagang
BeritaNasional.com - Pemerintah China menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait rencana kenaikan tarif yang kembali mencuat di tengah ketegangan dagang kedua negara.
Beijing menegaskan akan mengambil langkah balasan jika Washington tetap melanjutkan kebijakan tersebut, yang menurut China didasarkan pada informasi yang tidak benar.
Isu ini dipicu oleh laporan media yang menyebut China memberikan dukungan militer kepada Iran. Tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh Kementerian Luar Negeri China.
Juru bicara kementerian menyebut laporan itu tidak berdasar dan sepenuhnya tidak benar. Ia menegaskan bahwa China tidak terlibat dalam bentuk dukungan militer seperti yang diberitakan.
“Laporan media yang menuduh China memberikan dukungan militer kepada Iran sepenuhnya dibuat-buat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China di platform X, Selasa (14/4/2026).
China Siap Ambil Langkah Balasan
Menanggapi rencana kenaikan tarif dari Amerika Serikat, Beijing menyatakan tidak akan tinggal diam. Jika kebijakan tersebut tetap diberlakukan berdasarkan tuduhan yang dianggap keliru, China memastikan akan merespons dengan langkah balasan yang setara.
Pemerintah China juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas ekspor produk militer dilakukan secara ketat dan sesuai dengan hukum nasional serta kewajiban internasional yang berlaku.
“China selalu bertindak dengan hati-hati dan bertanggung jawab dalam ekspor produk militer, serta menerapkan kontrol yang ketat sesuai dengan hukum dan peraturan China serta kewajiban internasional yang berlaku,” ucapnya lebih lanjut.
Pernyataan ini menandai meningkatnya kembali tensi antara dua ekonomi terbesar dunia. Hubungan dagang yang sebelumnya sempat mereda kini kembali berada dalam tekanan, terutama setelah munculnya isu geopolitik yang melibatkan Iran.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







