KWP Awards 2026, Puan Tekankan Peran Jurnalisme bagi Demokrasi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 16 April 2026 | 12:48 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat hadir dalam acara KWP Awards 2026. (BeritaNasional/Elvis)
Ketua DPR RI Puan Maharani saat hadir dalam acara KWP Awards 2026. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, salah satu kunci kekuatan utama demokrasi adalah hubungan lembaga legislatif dengan jurnalisme. Hal itu disampaikan Puan saat memberikan pidato dalam acara KWP Awards 2026 yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

"Kita memang perlu melihat bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan ini adalah momen penting bagi kita semua untuk merefleksikan hubungan antara lembaga legislatif dan dunia jurnalisme sebuah hubungan yang menjadi salah satu kunci kekuatan utama demokrasi," ujar Puan.

Lembaga legislatif, dari DPR, MPR dan DPD tidak dapat bekerja dalam ruang hampa. Menurut Puan, dalam setiap rapat sampai pembahasan undang-undang memerlukan aspirasi masyarakat. Aspirasi itu hanya bisa disalurkan melalui media sebagai jembatannya.

"Kita tahu bahwa parlemen, MPR, DPR RI, DPD tidak bisa bekerja dalam ruang hampa. Dalam setiap rapat, setiap pembahasan rancangan undang-undang, setiap keputusan yang kita ambil, semuanya membutuhkan satu hal penting untuk menjadi pertimbangan, yaitu: aspirasi rakyat. Dan salah satu sumber yang paling penting dari aspirasi rakyat tersebutlah yang harus disalurkan melalui media untuk menjembataninya melalui pemberitaan," kata Puan.

Serta saat DPR melahirkan keputusan, kebijakan dan bersuara, perlu kerjasama antara legislatif dan jurnalisme. Sebab apa yang dikerjakan DPR perlu disebarluaskan kepada masyarakat.

"Dalam konteks tersebut, teman-teman parlemen bukan hanya menjadi saksi mata dalam proses-proses yang kami lakukan, melainkan juga menjadi penerjemah antara bahasa kebijakan menjadi bahasa keseharian rakyat," tutur Puan.

"MPR, DPR, DPD mempunyai tugasnya masing-masing dalam menjalankan kebijakannya. Namun bagaimana menceritakannya dalam bahasa keseharian rakyat, itu adalah tugas dari jurnalisme untuk menjembataninya," lanjutnya.

Namun, di era digital menghadapi tantangan sejumlah tantangan. Ribuan konten dapat diproduksi dalam hitungan detik, termasuk hoaks dan informasi yang tidak utuh dan narasi yang mendistorsi fakta.

Maka itu, menurut Puan, para wartawan merupakan garis terdepan bagi kinerja DPR. "Teman-temanlah yang menentukan apakah rakyat akan mendapat gambaran utuh atau serpihan yang tidak lengkap tentang kerja-kerja yang ada di parlemen," ucapnya.

Puan percaya kualitas jurnalisme bukan sekadar kecepatan. Tetapi juga kedalaman analisis, ketetapan konteks dan relevansi informasi dengan kebutuhan rakyat.

"Jurnalisme bukan hanya meliput apa yang terjadi, tetapi yang membantu rakyat memahami mengapa sesuatu terjadi dan apa dampaknya bagi kehidupan mereka," ucapnya.

Puan menyampaikan apresiasi penghargaan yang diberikan oleh KWP. Ia juga mengapresiasi penerima penghargaan atas dedikasi dan keterampilan di bidang masing-masing.

"Terima kasih kepada seluruh wartawan parlemen atas dedikasi dan profesionalisme Anda. Teruslah meliput dengan jujur dan bertanggung jawab, karena demokrasi yang sehat butuh parlemen yang bekerja, dan parlemen yang bekerja butuh media yang mengawal. Bukan hanya dengan profesionalisme, namun juga dibutuhkan hati nurani untuk bisa menjadi jembatan antara kebijakan dengan bahasa keseharian rakyat," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: