Dampak Perang di Iran, Harga Bahan Baku Tekstil Naik 40 Persen

Oleh: Oke Atmaja
Kamis, 16 April 2026 | 16:34 WIB
Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). (Beritaasional.com/Oke Atmaja) Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). (Beritaasional.com/Oke Atmaja) Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). (Beritaasional.com/Oke Atmaja) Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). (Beritaasional.com/Oke Atmaja) Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). (Beritaasional.com/Oke Atmaja)
Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). (Beritaasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). Industri tekstil menyampaikan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha di tengah konflik di Timur Tengah. Tekanan muncul akibat kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, menjelaskan bahwa harga paraxylene sebagai bahan baku utama poliester telah mencapai USD 1.300 per ton. Nilai tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya. (Beritaasional.com/Oke Atmaja)sinpo

Editor: Oke Atmaja
Komentar: