Iran Klaim Punya Banyak Opsi Hadapi Blokade Laut Amerika Serikat
BeritaNasional.com - Iran menegaskan bahwa pihaknya masih memiliki banyak opsi untuk bertahan di tengah tekanan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat.
Pernyataan ini muncul setelah Washington, melalui Deputy Chief of Staff Gedung Putih Stephen Miller, menyebut bahwa AS tengah “menekan denyut ekonomi” Iran.
Menanggapi hal tersebut, Foad Izadi, dosen di University of Tehran, mengatakan bahwa ekonomi Iran tidak akan mudah runtuh hanya pembatasan jalur laut.
Ia bahkan menilai pernyataan Miller mengabaikan fakta geografis penting bahwa Iran memiliki sekitar 6.000 kilometer perbatasan darat yang terhubung dengan sejumlah negara tetangga.
"Memberlakukan blokade laut sebenarnya ilegal menurut hukum internasional,” kata Izadi dikutip dari aljazeera, Kamis (17/4/2026).
"Karena Anda tidak seharusnya menghukum warga sipil untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri, itu sudah jelas mereka lakukan dengan membunuh banyak warga sipil Iran.” tambah Izadi.
Menurut Izadi, posisi Iran di kawasan juga masih didukung oleh sejumlah negara sahabat di wilayah utara dan timur, sehingga upaya untuk benar-benar “mengunci” akses ekonomi Iran melalui laut dinilai tidak akan efektif.
Ia juga menyoroti bahwa penerapan blokade laut secara hukum internasional masih menjadi perdebatan serius. Dalam pandangannya, tindakan tersebut tergolong ilegal apabila digunakan untuk menekan warga sipil demi tujuan politik luar negeri, terlebih jika tidak mendapatkan mandat dari Dewan Keamanan PBB.
Blokade laut sendiri dalam hukum internasional kerap dipandang sebagai bentuk agresi, terutama jika dilakukan tanpa otorisasi resmi dari PBB. Kondisi ini membuat kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran menuai kontroversi di berbagai kalangan.
Di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung, laporan menyebut sedikitnya 2.076 orang tewas dan 26.500 lainnya terluka di Iran sejak dimulainya perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







