Fadly Alberto Hengga Minta Maaf Usai Insiden Tendangan Kungfu ke Pemain Dewa United

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 21 April 2026 | 11:01 WIB
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U20, Fadly Alberto Hengga. (Foto/bhayangkarafc)
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U20, Fadly Alberto Hengga. (Foto/bhayangkarafc)

BeritaNasional.com - Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U20, Fadly Alberto Hengga, menyampaikan permohonan maaf terbuka usai insiden kontroversial yakni melakukan tendangan kungfu dalam pertandingan melawan Dewa United Banten FC U20 dalam ajang EPA U20.

Dalam pernyataannya, Fadly mengakui kesalahan dan menyesali tindakannya yang dinilai merugikan banyak pihak. Ia juga secara khusus meminta maaf kepada pemain lawan yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U20. Dengan sadar, saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U20,” ujar Fadly dalam video permohonan maaf dikutip dari akun @bhayangkarafc_youth, Selasa (21/4/2026).

Ia secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada Nurkholis dan tim Dewa United atas tindakannya di lapangan.

“Secara khusus, saya meminta maaf kepada rekan Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang rekan Nurkholis,” lanjutnya.

Tak hanya kepada lawan, Fadly juga meminta maaf kepada manajemen dan rekan setimnya di Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 karena telah merugikan tim.

“Untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen serta seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fadly turut menyampaikan permohonan maaf kepada Tim Nasional Indonesia dan masyarakat luas atas dampak dari insiden tersebut.

“Dan untuk tim nasional Indonesia, saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik tim nasional Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia, saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya,” katanya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar dapat mengendalikan emosi di masa mendatang.

“Semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik ke depannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik,” tambah Fadly.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Fadly menegaskan kesiapannya menerima sanksi atas tindakan yang dilakukannya.

“Dan terakhir, saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut,” tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: