Usai Insiden EPA U-20 di Semarang, Dewa United dan Bhayangkara Youth Tempuh Jalur Damai

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 23 April 2026 | 06:50 WIB
Dewa United Development menggelar mediasi dengan Bhayangkara Youth. (Foto/Dewa United)
Dewa United Development menggelar mediasi dengan Bhayangkara Youth. (Foto/Dewa United)

BeritaNasional.com - Dewa United Development menggelar mediasi dengan Bhayangkara Youth di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (23/4/2026). Langkah ini sebagai tindak lanjut atas insiden kekerasan dalam laga Elite Pro Academy U-20 di Stadion Citarum, Semarang.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh itikad baik, di mana kedua pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan mengedepankan sportivitas serta tanggung jawab bersama dalam pembinaan pemain usia muda.

Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, menyampaikan bahwa proses mediasi berjalan lancar dan menjadi langkah awal untuk memperbaiki situasi.

“Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah saling memaafkan. Kembali lagi, karena anak ini adalah tanggung jawab kita bersama-sama, ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami, itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi bersama-sama,” ujar Firman dikutip dari laman resmi Dewa United, Kamis (23/4/2026)

Dalam mediasi tersebut, pihak-pihak yang terlibat juga telah menyampaikan permohonan maaf, termasuk kepada para pemain yang terdampak.

“Alberto sebagai salah satu pelaku juga sudah minta maaf kepada Rakha, bahkan kepada teman yang lain, kepada pemain-pemain yang lain. Kami rasa ini semua sudah beres,” tuturnya.

Firman juga menyampaikan pesan dari pimpinan klub yang tidak dapat hadir, namun tetap mengikuti perkembangan situasi dan mengambil sikap bijak.

“Penyampaian dari pimpinan kami, mohon maaf beliau tidak hadir, Pak Ardian tidak bisa hadir, tapi beliau memang ada sedikit kecewa, tapi memaafkan. Memaafkan karena ini anak-anak, dia rasa ini juga enggak ada tuntutan sampai ke hukum untuk si Beto, tapi ini lebih bagaimana cara kita melindunginya,” terangnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan dan edukasi berkelanjutan bagi pemain muda.

“Karena dia merasa bahwa kita sebagai orang tua, ya mungkin ada hal-hal yang tidak sampai secara edukasi terhadap anak yang akhirnya lepas kontrol. Nah ini jadi tanggung jawab kita sama-sama,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Dewa United Development akan melakukan evaluasi serta tindak lanjut terhadap pihak-pihak yang terlibat sesuai aturan yang berlaku.

“Saya juga sebagai Direktur Akademi akan menindaklanjuti terhadap pemain-pemain kami yang terlibat, dan staf pelatih yang mungkin tidak terkontrol dengan anak-anak kami. Maka kami akan tindaklanjuti karena itu memang sudah prosedur dari pimpinan kami, Pak Ardian, jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya,” urainya.

Di akhir pernyataannya, Firman menyampaikan permohonan maaf dari pimpinan klub serta menegaskan bahwa proses lanjutan akan diserahkan kepada otoritas sepak bola terkait.

“Itu saja dari kami, permohonan maaf dari pimpinan kami, Pak Ardian, dan kami menyerahkan hal ini atau kelanjutan hari ini kepada PSSI, Komisi Disiplin, iLeague penyelenggara Liga. Mudah-mudahan ini bisa jadi bahan evaluasi kita bersama-sama,” tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: