Dewa United Kecam Kekerasan di EPA U-20, Siap Tempuh Jalur Hukum!

Oleh: Harits Tryan
Senin, 20 April 2026 | 18:45 WIB
Insiden kekerasan yang terjadi dalam pertandingan Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang. (Foto/Dewa United).
Insiden kekerasan yang terjadi dalam pertandingan Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang. (Foto/Dewa United).

BeritaNasional.com - Dewa United Banten FC menyampaikan sikap tegas terkait insiden kekerasan yang terjadi dalam pertandingan Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19/4/2026).

Presiden klub, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan dalam sepak bola, khususnya di level usia muda.

“Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi dalam kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pembinaan," ujarnya dikutip dari keterangan resminya, Senin (20/4/2026).

Ardian juga menyoroti keterlibatan pihak yang seharusnya menjadi panutan dalam menjaga kondusivitas pertandingan.

“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan. Apalagi itu dilakukan oleh pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjadi panutan dan mampu menjaga situasi tetap kondusif," tuturnya.

Ia menegaskan, manajemen klub akan mengambil langkah konkret sebagai respons atas insiden tersebut, termasuk menyampaikan protes resmi dan mendorong investigasi.

“Manajemen Dewa United akan secara resmi melayangkan protes kepada operator liga serta mendorong adanya investigasi dan sanksi tegas. Selain itu, kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ardian mengingatkan pentingnya menjaga perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia agar tetap berada pada jalur positif.

“Sepak bola Indonesia, khususnya di level akar rumput, sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Karena itu, kami menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang dan harus menjadi pelajaran serius bagi semua pihak," tutupnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: