1.773 ASN Mulai Latihan Gelombang Pertama Komcad
BeritaNasional.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI telah resmi memberangkatkan gelombang pertama aparatur sipil negara (ASN) sebagai komponen cadangan (Komcad) untuk mengikuti Latihan Dasar Militer (Lansarmil).
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema menjelaskan tujuan digelarnya kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Komitmen yang saudara-saudara tunjukkan mencerminkan semangat pengabdian dan tanggung jawab kebangsaan, serta menjadi kontribusi nyata bagi pertahanan negara,” tegas Gabriel saat pidato pelepasan Komcad di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Adapun, tahun ini Kemhan menargetkan 4.000 ASN yang mengikuti pelatihan Komcad dibagi dalam dua gelombang. Di mana, gelombang pertama telah dimulai untuk 1.773 ASN tingkat pusat mengikuti Lansarmil.
Kemudian untuk gelombang kedua akan kembali digelar diikuti 2.000 ASN. Setelah para ASN gelombang pertama selesai menjalani latihan Komcad selama 1,5 bulan di beberapa pusat latihan militer.
“Konstitusi menjadi dasar yang kuat dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 dan Undang-Undang Dasar 1945, ditegaskan bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam menjaga dan membela negara,” tegas Gabriel.
Gabriel berharap dari pelatihan Komcad terhadap para ASN bisa menjadi langkah memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman. Di tengah perkembangan situasi strategis tingkat global, regional, dan nasional yang semakin kompleks.
Karena strategi pertahanan saat ini turut melibatkan Komponen Utama, Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung sebagai sistem pertahanan semesta. Di tengah berbagai ancaman, Komcad berperan menjadi kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan memperkuat Komponen Utama.
“Oleh karena itu, pembentukan Komponen Cadangan perlu dipersiapkan sejak dini guna mendukung pertahanan yang kuat, menjaga kelangsungan hidup negara, serta dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau Sishankamrata yang melibatkan seluruh elemen bangsa secara terintegrasi,” tuturnya.

PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







