Lebanon Tekankan Perlindungan Warga Sipil dalam Pembicaraan dengan AS

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 24 April 2026 | 01:09 WIB
Ilustrasi bendera Lebanon (BeritaNasional/Pixabay)
Ilustrasi bendera Lebanon (BeritaNasional/Pixabay)

BeritaNasional.com - Lebanon bersiap mengangkat isu penting terkait konflik dengan Israel dalam pembicaraan yang digelar di Washington, D.C..

Presiden Joseph Aoun menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya isu Lebanon kembali dibahas di tingkat tinggi pemerintah Amerika Serikat.

Menurutnya, jika proses negosiasi berjalan sesuai harapan, hal ini bisa membuka jalan menuju pemulihan ekonomi dan rekonstruksi pascakonflik.

Fokus pada Perlindungan Warga Sipil

Dalam agenda perundingan, Lebanon akan menekankan pentingnya memperpanjang gencatan senjata sekaligus menghentikan berbagai serangan terhadap warga sipil.

Pemerintah Lebanon menyoroti sejumlah insiden yang melibatkan penghancuran rumah, serangan terhadap tempat ibadah, hingga fasilitas penting seperti rumah sakit dan institusi pendidikan.

Selain itu perlindungan terhadap jurnalis dan tenaga medis juga menjadi perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

Meski Presiden Joseph Aoun berencana melakukan kunjungan langsung ke Amerika Serikat untuk bertemu Donald Trump, perwakilan Lebanon dalam pembicaraan kali ini akan diwakili oleh Duta Besar Nada Hamadeh Moawad.

Ia akan menyampaikan posisi resmi Lebanon, termasuk dorongan untuk menghentikan eskalasi konflik dan memastikan keamanan masyarakat sipil.

Pemerintah Lebanon melihat perundingan ini sebagai peluang strategis untuk mendorong stabilitas jangka panjang.

Selain aspek keamanan, Lebanon juga berharap adanya dukungan internasional dalam proses pemulihan ekonomi dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak konflik.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: