10 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Diserahkan ke Keluarga

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 28 April 2026 | 17:49 WIB
Suasana  penyerahan 10 jenazah korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)
Suasana penyerahan 10 jenazah korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. (BeritaNasional/Bachtiarudin Alam)

BeritaNasional.com - RS Polri Kramat Jati, Jakarta, melakukan penyerahan 10 jenazah korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kepada pihak keluarga.

Berdasarkan pantauan Beritanasional.com, penyerahan jenazah berlangsung pada Selasa (28/4/2026) petang, sejak pukul 17.40 WIB.

Para jenazah dimasukkan ke dalam peti mati yang kemudian diantarkan ke rumah masing-masing korban menggunakan ambulans dari RS Polri.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono, menyampaikan tim DVI gabungan telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim dari lokasi kejadian.

“Dalam kesempatan ini perkenankan kami dari tim DVI Polri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban kecelakaan kereta api Indonesia Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang jenazahnya telah kami terima di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri sebanyak 10 kantong jenazah,” ujar Prima.

Ia menjelaskan, tim DVI yang terlibat terdiri dari Biro Dokpol Pusdokkes Polri, RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, Bidokkes Polda Metro Jaya, Pusident Bareskrim Polri, serta tim Odontologi Forensik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

“Sampai dengan sore hari ini, tim DVI Polri telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP,” katanya.

Prima menambahkan, berdasarkan laporan pihak keluarga, jumlah korban yang dilaporkan sebanyak 10 orang. Seluruhnya telah melalui proses rekonsiliasi dan dinyatakan teridentifikasi.

“Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan diputuskan bahwa 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi,” ucapnya.

Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Eddy Purnama Wirawan merinci identitas para korban yang telah terkonfirmasi melalui metode identifikasi data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan properti.

“Perkenankan saya sampaikan hasil identifikasi dari tim DVI gabungan sampai sore hari ini,” ujar Eddy.

Adapun 10 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah sebagai berikut:

  1. Jenazah dengan nomor PM 001 teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder berupa tanda medis dan properti atau tanda kepemilikan, cocok dengan nomor AM 002 atas nama Putti Aninditasari, perempuan, 31 tahun, beralamat Cikarang Barat, Bekasi.
  2. Jenazah dengan nomor PM 002 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 007 atas nama Harum Anjasari, perempuan, 27 tahun, beralamat Cipayung, Jakarta Timur.
  3. Jenazah dengan nomor PM 003 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 006 atas nama Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, 19 tahun, beralamat Pasar Jambi.
  4. Jenazah dengan nomor PM 004 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 009 atas nama Farida Utami, 50 tahun, beralamat Cibitung, Bekasi.
  5. Jenazah dengan nomor PM 005 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 003 atas nama Vika Agnia Rahmawati, perempuan, 23 tahun, beralamat Cikarang Barat.
  6. Jenazah dengan nomor PM 006 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 004 atas nama Ida Nur’aidah, perempuan, 48 tahun, beralamat Cibitung, Bekasi.
  7. Jenazah dengan nomor PM 007 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa data medis, cocok dengan nomor AM 010 atas nama Gita Setia Wardani, 20 tahun, beralamat Cibitung, Bekasi.
  8. Jenazah dengan nomor PM 008 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa data medis, cocok dengan nomor AM 005 atas nama Fatmawati Rahmayani, 29 tahun, beralamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
  9. Jenazah dengan nomor PM 009 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 001 atas nama Arinjani Novitasari, 25 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi.
  10. Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data primer sidik jari dan data sekunder berupa properti dan medis, cocok dengan nomor AM 008 atas nama Nur Ainiyah Eka Rahmadina, 32 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi.

“Demikian seluruh hasil pelaksanaan identifikasi korban meninggal dunia pada tahap ini. Saya kembalikan kepada Bapak Karumkit,” tutup Nyoman.

Dalam kejadian ini, RS Polri Kramat Jati memastikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur mencapai 15 orang.

Kepastian itu disampaikan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting. Saat ditanya mengenai pembaruan data korban, ia membenarkan total korban jiwa tersebut.

“Iya, 15 meninggal dunia,” ujar Martinus.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: