KNKT: KA Argo Bromo Anggrek Sudah Mengerem 1,3 KM Sebelum Tabrakan, namun Tak Maksimal

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 21 Mei 2026 | 17:32 WIB
Gerbong KRL khusus wanita yang ringsek akibat ditabrak KA Agro Bromo Anggrek. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Gerbong KRL khusus wanita yang ringsek akibat ditabrak KA Agro Bromo Anggrek. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan fakta KA Argo Bromo Anggrek sempat mengerem sebelum menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Namun pengereman dilakukan dari jarak 1,3 Km dan hanya sedikit-dikit.

"Masinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan. Dia taunya karena diinformasikan oleh PK Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Soerjanto mengungkap, pengereman dilakukan secara hati-hati karena mempertimbangkan keselamatan rangkaian.

"Berdasarkan hasil wawancara, KA Argo Bromo Anggrek, taktis pengereman dilakukan secara mempertimbangkan keselamatan terhadap rangkaian kereta yang dioperasikannya," ucapnya.

Soerjanto mengatakan, kereta aman berhenti dengan rem maksimal membutuhkan jarak 900 sampai 1000 meter. Namun, KA Argo Bromo Anggrek tidak mengerem maksimal karena mendapatkan perintah mengerem sedikit-sedikit.

"Karena dia taunya dikomunikasi di dari pusat kendali, ada temperan di JPL 85, kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35, artinya banyak-banyak klakson," ujarnya.

"Jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum karena informasi yang diterima dari PK Timur rem dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson," sambungnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: