Trump Klaim Iran Mulai Goyah dan Desak Pembukaan Selat Hormuz
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa Iran sangat menginginkan Amerika Serikat (AS) untuk segera membuka kembali Selat Hormuz
Hal tersebut dikatakannya melalui unggahan di media sosialnya pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat.
Tak hanya itu, Trump juga menyebut Iran mengakui kondisi internal negaranya saat ini berada di ambang keruntuhan.
‘’Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam "Keadaan Keruntuhan." Mereka ingin kami "Membuka Selat Hormuz" sesegera mungkin, karena mereka mencoba untuk menyelesaikan masalah kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!),’’ ucap Trump melalui media sosial Truth Social @realDonaldTrump yang dikutip pada Selasa.
Meski begitu, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai presiden AS tersebut memperoleh pesan atau informasi langsung dari pihak Iran.
Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright memberikan pandangan teknis terkait situasi keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Menanggapi kekhawatiran adanya ranjau laut yang diduga ditempatkan di Selat Hormuz, Wright menilai kapal-kapal masih bisa melintas tanpa harus menunggu seluruh ranjau disapu bersih.
"Anda hanya perlu jalur agar kapal dapat masuk dan keluar, saya pikir itu bisa terjadi dengan cepat," ujar Wright dalam keterangannya yang dikutip dari Xinhua News pada Selasa.
Berdasarkan laporan media AS yang mengutip sumber dari Gedung Putih, Trump dikabarkan tidak puas dengan draf perdamaian terbaru yang diajukan Teheran.
Proposal tersebut berisi keinginan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan mereka, sementara isu program nuklir baru akan dibahas dalam negosiasi selanjutnya.
Sikap tegas ditunjukkan Trump yang bersikeras bahwa kesepakatan damai harus sesuai dengan syarat dan jadwal yang ditentukan oleh Amerika Serikat.
Ia menegaskan tidak ada tekanan waktu maupun target durasi tertentu untuk mengakhiri konflik antara AS-Israel dengan Iran.
"Tidak ada kerangka waktu" untuk mengakhiri perang ini, tegas Trump pekan lalu, sekaligus mengisyaratkan bahwa AS tidak akan terburu-buru dalam perpanjangan gencatan senjata maupun kelanjutan pembicaraan yang sempat terhenti.
Sumber: Xinhua News
BUDAYA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






