Kondisi Korban Meninggal KA Agro Bromo-KRL Luka di Dada, Kepala, hingga Patah Tulang

Oleh: Panji Septo R
Selasa, 28 April 2026 | 23:22 WIB
KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek  mengalami kecelakaan (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek mengalami kecelakaan (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - RS Polri mengungkap kondisi jenazah korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur mengalami multiple trauma.

Kadokpol Pusdokes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawa mengungkapkan hal itu isai mengidentifikasi 10 korban meninggal dunia.

"Jadi, dalam pemeriksaan kami, hampir rata-rata pelaksanaan pemeriksaan yang tadi, tipikalnya adalah yang kami sebut sebagai multiple trauma," kata ujar Nyoman di RS Polri, Selasa (28/4/2026).

Ia mengatakan, kondisi korban didominasi luka di kepala dan dada. Menurutnya, beberapa korban juga mengalami patah tulang.

"Jadi ada patah tulang di berbagai bagian tubuh, kemudian ada yang dominan di kepala, di dada, dan seterusnya, bahkan di anggota tubuh yang lain," katanya.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yuliharyono menyampaikan tim DVI gabungan telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah.

“Sampai dengan sore hari ini, tim DVI Polri telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP,” ujar Prima.

Prima menambahkan, berdasarkan laporan pihak keluarga, jumlah korban yang dilaporkan sebanyak 10 orang. Seluruhnya telah melalui proses rekonsiliasi dan dinyatakan teridentifikasi.

“Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi,” ucapnya.

Adapun 10 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Jenazah dengan nomor PM 001 teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu melalui tanda medis dan properti atau tanda kepemilikan cocok dengan nomor AM 002 sebagai Putti Aninditasari, perempuan, 31 tahun, beralamat Cikarang Barat, Bekasi.

2. Jenazah dengan nomor PM 002 teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis dengan nomor AM 007 sebagai Harum Anjasari, perempuan, 27 tahun, beralamat Cipayung, Jakarta Timur.

3. Jenazah dengan nomor PM 003 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 006 sebagai Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, 19 tahun, alamat Pasar Jambi.

4. Jenazah dengan nomor PM 004 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 009 sebagai Farida Utami, 50 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

5. Jenazah dengan nomor PM 005 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 003 sebagai Vika Agnia Rahmawati, perempuan, 23 tahun, alamat Cikarang Barat.

6. Jenazah dengan nomor PM 006 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 004 sebagai Ida Nur’aidah, perempuan, 48 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

7. Jenazah dengan nomor PM 007 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni medis cocok dengan nomor AM 010 sebagai Gita Setia Wardani, 20 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

8. Jenazah dengan nomor PM 008 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder melalui data medis cocok dengan nomor AM 005 sebagai Fatmawati Rahmayani, 29 tahun, beralamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

9. Jenazah dengan nomor PM 009 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 001 sebagai Arinjani Novitasari, 25 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi.

10. Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainiyah Eka Rahmadina, 32 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi.

 
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: