Bangkitkan Ekonomi, Kuba Lakukan Reformasi
BeritaNasional.com - Presiden Kuba Miguel Diaz Canel mengatakan, pemerintah membuat sejumlah reformasi guna menghidupkan kembali perekonomian dan mengurangi sentralisasi. Selain itu reformasi ini juga memberi otonomi yang lebih besar kepada berbagai sektor masyarakat.
Diaz mengatakan, reformasi dilakukan memang dari keinginan pemerintah dan rakyat Kuba sendiri. Reformasi dilakukan bukan karena desak AS.
“Kami tak diam saja. Kami selalu mengawasi dengan cermat berbagai keadaan. Apalagia ada musuh yang selalu mengawasi dan menekan. Tapi kami akan terus meningkatkan persatuan dan solidaritas," ujar Diaz.
Ia mengatakan, reformasi itu diajukan dalam beberapa pekan mendatang kepada Biro Politik Partai Komunis Kuba (PCC), salah satu lembaga pengambil keputusan tertinggi di Kuba. Ini dilakukan sebelum dibahas oleh parlemen unicameral Kuba.
Menurut reformasi tersebut, para produsen pertanian akan memperoleh fleksibilitas yang lebih besar.
Pemerintah siap menghapus peran wajib perusahaan negara sebagai perantara dalam perdagangan luar negeri, juga mencabut pembatasan impor kendaraan.
Diaz mengatakan, Pemerintah Kuba mendorong investasi asing. Kemudian meningkatkan efisiensi pemerintahan lewat mengurangi birokrasi. Jumlah kementerian akan dikurangi dari 27 menjadi 20.
Subsidi produk akan dikurangi secara bertahap. Kemudian bantuan sosial hanya fokus bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Sumber: Antara
HUKUM | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






