Kecelakaan KRL Bekasi, Mahfudz: Penanganan Korban dan Evaluasi Jalur Bekasi Harus Jadi Prioritas
BeritaNasional.com - Anggota DPR Mahfudz Abdurrahman menyampaikan duka mendalam atas peristiwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Ia menegaskan kejadian ini bukan sekadar insiden transportasi, tetapi musibah yang langsung dirasakan oleh warga Bekasi Jawa Barat.
“Ini adalah musibah warga kita. Banyak korban adalah masyarakat Bekasi yang setiap hari bergantung pada KRL untuk bekerja dan menjalani aktivitas. Kami sangat berduka atas kejadian ini,” ujarnya.
Sebagai wilayah dengan mobilitas komuter yang sangat tinggi, Bekasi menjadi salah satu penopang utama pergerakan pekerja ke Jakarta dan sekitarnya. Karena itu, Mahfudz menilai aspek keselamatan di jalur Bekasi harus menjadi perhatian serius.
Dalam situasi saat ini fokus utama harus pada penanganan korban yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka. Ia meminta seluruh pihak bergerak cepat memastikan evakuasi, perawatan medis, serta pendampingan kepada keluarga korban berjalan optimal.
“Pastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Keluarga juga harus mendapatkan informasi yang jelas dan pendampingan yang layak,” tegasnya.
Mahfudz juga menyatakan komitmennya sebagai wakil rakyat Bekasi untuk mengawal proses ini, termasuk memastikan hak-hak korban terpenuhi, baik dari sisi santunan maupun jaminan pemulihan ke depan.
“Kami akan ikut mengawal agar warga Bekasi yang menjadi korban benar-benar mendapatkan haknya secara utuh,” lanjutnya.
Selain penanganan korban, Mahfudz yang mendorong dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan, khususnya terhadap kondisi jalur dan sistem operasional di lintas Bekasi yang dikenal padat.
“Lintas Bekasi adalah jalur sibuk dengan intensitas tinggi. Evaluasi harus dilakukan secara serius dan menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Di tengah situasi duka, Mahfudz yang merupakan dapil Jawa Barat ini juga mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan mengedepankan empati dalam komunikasi publik.
“Masyarakat Bekasi sedang berduka. Mari kita jaga suasana tetap tenang, hindari spekulasi, dan fokus pada penanganan serta solusi,” tutupnya.
Mahfudz berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem transportasi yang lebih aman dan berpihak pada kebutuhan warga, khususnya para komuter di Bekasi.
BUDAYA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







