Polisi Fokus Penyelidikan Dugaan Kelalaian dari Kasus Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 30 April 2026 | 09:09 WIB
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Dugaan terjadi kelalaian dalam insiden maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah diendus pihak berwajib. Polisi pun melakukan penyelidikan atas dugaan itu yang melibatkan taksi listrik hijau Green SM yang disebut sebagai sumber pertama kecelakaan.

Pernyataan ini disampaikan Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe dengan mengacu pada beberapa dugaan kelalaian yang berujung kecelakaan.

“Fokus penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Laka Satlantas Polres Metro Bekasi Kota mungkin saja pada kelalaian supir serta kewajiban Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan palang pintu kereta api sesuai aturan UU Perkeretaapian," kata Sandhi saat dihubungi pada Rabu (28/4/2026).

Sandhi juga mengatakan terkait penyelidikan kelalaian, harus dilakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk memastikan dugaan pelanggaran pidana atau tidak.

“Tentunya akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu, agar strategi penyidikannya tepat. Kemungkinan minggu depan (gelar perkaranya),” ucapnya.

Berdasarkan gelar perkara tersebut juga akan ditentukan satuan yang tepat sesuai kewenangannya untuk menindaklanjuti kecelakaan yang merenggut 16 korban jiwa itu.

“Mereka akan duduk bersama dan mencari kesepakatan apakah kasus ini akan ditangani oleh Satlantas atau Satreskrim," terangnya.

Sebelumnya kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta- Cikarang terjadi sesaat taksi listrik berkelir hijau mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau' yang mogok. Mendadak dari arah belakang KRL melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, 16 penumpang yang seluruhnya wanita di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara 90 korban luka lainnya telah berhasil dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, Operasi SAR Gabungan pun dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek pun telah berhasil dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari stasiun Bekasi Timur.

 

 

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: