WHO Ingatkan AS Bayar Tunggakan Iuran sebelum Cabut

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 22:20 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/Dok WHO)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/Dok WHO)

BeritaNasional.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan Amerika Serikat (AS) hingga kini belum melunasi tunggakan iuran keanggotaannya. 

Padahal, pelunasan utang tersebut merupakan syarat mutlak bagi Washington jika ingin meresmikan pengunduran diri dari badan kesehatan PBB tersebut.

Dalam konferensi pers bersama Asosiasi Koresponden Terakreditasi PBB pada Rabu (29/4/2026) waktu setempat, Tedros menjelaskan proses penarikan diri sebuah negara anggota harus memenuhi dua ketentuan utama. 

Pertama, adanya masa pemberitahuan selama satu tahun. Kedua, pelunasan seluruh kewajiban finansial.

"Harapan kami adalah Amerika Serikat dapat melunasi tunggakannya sebelum menyelesaikan proses keluar, sebuah persyaratan yang sebenarnya ditetapkan oleh Washington sendiri," ujar Tedros.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump langsung mengajukan pemberitahuan resmi untuk keluar dari WHO pada Januari 2025, tepat di hari pertamanya kembali menjabat.

Meski Amerika Serikat secara historis merupakan penyumbang dana terbesar bagi WHO, Tedros menyebut hingga saat ini tidak ada sinyal dari Washington untuk membayar utang tersebut.

Meskipun menyangkut angka yang besar, Tedros menegaskan kekhawatiran utama WHO bukanlah soal saldo kas organisasi.

"Sejujurnya, ini bukan tentang uang. Masalahnya adalah kebutuhan keamanan kesehatan bersifat universal. Dengan menarik diri, Amerika Serikat membuat dirinya sendiri tidak aman dan membuat seluruh dunia tidak aman. Jadi, ini adalah situasi yang merugikan semua pihak," tegas Tedros.

Pihak WHO kini terus berupaya menjalin komunikasi agar AS melihat dampak jangka panjang dari keputusan tersebut terhadap stabilitas kesehatan global. 

Tedros menekankan bahwa posisi AS di dalam organisasi sangat krusial untuk menghadapi ancaman pandemi atau krisis kesehatan di masa depan.

"Fokus kami bukan pada uang. Fokusnya adalah membantu Amerika Serikat untuk memahami situasi ini dan mempertimbangkan kembali keputusan mereka," tandasnya.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: