Polisi Sebut Peran Koordinator Lapangan hingga Aliran Uang Rencana Penyusupan May Day

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:29 WIB
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Foto/doc. Polri)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Foto/doc. Polri)

BeritaNasional.com -  Polda Metro Jaya mengungkap peran koordinator lapangan hingga aliran uang dalam dugaan rencana penyusupan aksi buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan DPR/MPR Jakarta, Jumat (1/5/2025).  Polisi sebelumnya mengamankan 101 orang yang diduga hendak memicu kericuhan. 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah uang tunai sebesar 10 juta rupiah serta 1.000 Rials Yan dari salah satu pihak yang diduga menjadi koordinator di lapangan.

“Dan sebagaimana rekan-rekan lihat atau kita lihat sama-sama di depan, mungkin terlihat ada sejumlah uang. Ini adalah sejumlah uang yang berhasil kami amankan dari tangan salah satu koordinator di lapangan,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (1/5/2026).

Iman menyebut uang tersebut diduga akan digunakan untuk menggerakkan massa.

“Berdasarkan informasi yang bersangkutan kepada kami bahwa uang tersebut akan digunakan atau diberikan kepada mereka yang ikut hadir bersama-sama dengan kelompoknya,” ujarhya

Selain itu, polisi juga mengungkap adanya komunikasi yang mengarah pada rencana penyusupan dan provokasi di tengah aksi buruh. Dalam percakapan yang diamankan, kelompok tersebut disebut merencanakan berbagai aksi yang berpotensi memicu kerusuhan.

“Dalam pembicaraan sesama mereka, terungkap beberapa fakta di antaranya mereka merencanakan akan mengadu domba antar elemen serikat buruh dengan melakukan penyusupan pada saat kegiatan sedang berlangsung. Kemudian mereka juga akan melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dan sarana publik. Mereka akan melakukan provokasi dan penyerangan terhadap petugas pengamanan yang sedang menjalankan tugas negara. Dan mereka juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan upaya provokasi agar massa yang lebih beringas bisa bergabung atau massa memicu kemarahan massa yang lainnya,” paparnya.

Polisi masih mendalami sumber pendanaan serta jaringan di balik dugaan rencana tersebut. Sementara itu, 101 orang yang diamankan masih dimintai keterangan dan akan dipulangkan setelah proses selesai.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: