Insiden Bekasi Timur, Rieke Diah Pitaloka Dukung KAI Benahi Sistem Berbasis Data
BeritaNasional.com - Tragedi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam yang menewaskan 16 penumpang wanita, harus menjadi momentum untuk melakukan perbaikan sektor perkeretaapian secara menyeluruh.
Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan, kereta api adalah transportasi publik strategis. Namun sayang ia melihat bahwa tata kelola perkeretaapian masih belum jelas.
"Tapi sampai hari ini, tata kelolanya masih belum jelas," kata Rieke dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Senin (4/5/2026).
Rieke mengatakan, Undang-Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian telah mengamanatkan pembentukan badan usaha prasarana. Namun implementasinya belum tuntas dan masih terjadi tumpang tindih kewenangan antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).
Politikus PDI Perjuangan ini pun mendukung secara penuh Dirut PT KAI (Persero), untuk melakukan perbaikan berbasis data.
"Saya mendukung Dirut KAI, Pak Bobby yang terus mendorong perbaikan berbasis data transparansi, dan kepatuhan regulasi," ujarnya.
Ia menambahkan, kecelakaan kereta api yang memakan korban jiwa tersebut harus jadi momentum untuk pembenahan sistem yang menyeluruh, bukan hanya evaluasi biasa.
"Tragedi Bekasi Timur harus jadi momentum pembenahan sistem, bukan sekedar evaluasi teknis. Percepatan Peraturan Presiden tentang tata kelola prasarana perkeretaapian ini adalah kunci untuk memastikan kejelasan tata kelola dan keselamatan Perkeretaapian nasional Mari kita Kawal bersama," tandasnya. 
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






