Eks PM Israel Naftali Bennett Mulai Konfrontasi Sekutu Netanyahu
BeritaNasional.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mulai mengkritisi bahkan menentang PM Israel Benjamin Netanyahu dan para pejabat kabinetnya jelang pemilu akhir tahun ini. Yang terbaru, Bennett menyindir pejabat publik Israel yakni, jajaran Staf Komando Umum Kepolisian Israel yang berbondong-bondong menghadiri pesta ulang tahun ke-50 Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir pada Sabtu (2/5/2026) malam, waktu setempat.
Kehadiran para penegak hukum ini ternyata atas izin Komisaris Polisi Israel, Danny Levy, di mana hal tersebut memicu kekhawatiran mengenai independensi kepolisian di bawah pengawasan menteri sayap kanan tersebut.
Bennett menyampaikan, ribuan personel polisi Israel yang telah berdedikasi layak mendapatkan kepemimpinan yang jujur, melayani negara dan memberikan teladan.
"Puluhan ribu polisi wanita dan pria Israel yang berdedikasi dan luar biasa layak mendapatkan kepemimpinan yang jujur, efisien, dan melayani negara yang memberikan teladan pribadi," tulis Bennett melalui akun X-nya, yang dikutip Senin (4/5/2026).
Oleh karena itu, Bennett yang berseberangan dengan PM Israel Benjamin Netanyahu ini mendesak agar para pejabat negara dari institusi pemerintahan manapun, yang telah menyalahgunakan kekuasaannya demi kepentingan pribadi, untuk segera dipecat.
"Dengan ini saya umumkan: Setiap pegawai negeri, dalam peran apa pun dan di organisasi pemerintahan mana pun, yang melanggar kewajiban fidusia mereka kepada negara dan mengeksploitasi posisi mereka dengan cara politis dan bukan untuk melayani negara, akan segera diberhentikan," desaknya.
Sementara itu, Ben Gvir yang merupakan sekutu Netanyahu ini membalas unggahan Bennett dengan menyebut bahwa mantan PM Israel itu tidak punya teman maupun koneksi. Ia pun meminta partai untuk memberikannya "kue".
"Naftali tidak punya teman dan tidak punya koneksi kerja - kirimkan dia kue dari partai," tulis Ben Gvir membalas melalui akunnya @Itamarbengvir.
Sebelumnya, Naftali Bennett bersama dengan mantan PM Israel lainnya, Yair Lapid, memutuskan untuk bekerja sama untuk menantang PM berkuasa, Benjamin Netanyahu.
Dalam sebuah siaran televisi, kedua tokoh oposisi ini mengumumkan pembentukan partai baru bernama Together, yang akan dipimpin oleh Bennett. Kerja sama ini disebut keduanya sebagai upaya strategis untuk menyatukan suara anti-pemerintah yang selama ini terpecah.
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa malam ini, bersama teman saya Yair Lapid, kami mengambil langkah paling Zionis dan patriotik untuk negara kami," kata Bennett, yang dikutip dari Al Jazeera, Minggu (3/5/2026).
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






